Gara-gara Telat Recall, BMW Dikenai Sanksi di Korea Selatan
TEMPO.CO | 25/12/2018 07:34
Klaus Frohlich, Dewan Manajemen BMW AG memperkenalkan mobil konsep listrik BMW iNEXT dalam acara Los Angeles Auto Show di Los Angeles, California, 28 November 2018. REUTERS/Mike Blake
Klaus Frohlich, Dewan Manajemen BMW AG memperkenalkan mobil konsep listrik BMW iNEXT dalam acara Los Angeles Auto Show di Los Angeles, California, 28 November 2018. REUTERS/Mike Blake

TEMPO.CO, Seoul - Kementerian Trasnportasi Korea Selatan pada hari Senin 24 Desember 2018 telah mendenda BMW sebesar US$9,93 juta atas keterlambatan penarikan kendaraan yang terbakar dan pihak BMW berusaha menyembunyikan bagian yang rusak.

Baca: Fast Charging Mobil BMW Kalahkan Tesla: 3 Menit Melaju 100 KM

Daliansir Yonhapnews, Senin, ada sekitar 40 mesin kendaraan BMW yang terbakar awal tahun ini, hal ini mengharuskan BMW menarik sekitar 100.000 kendaraan pada bulan Agustus lalu. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi dalam sebuah pernyataan mengatakan para ahli sipil dan pejabat pemerintah menemukan bahwa kebakaran disebabkan oleh bagian-bagian yang salah dalam sistem resirkulasi gas buang (EGR).

“Kementerian memerintahkan BMW untuk mengganti semua sistem EGR pada kendaraan yang ditarik dan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada daya tahan sistem EGR,” katanya.

Kementerian merujuk kasus itu ke jaksa penuntut guna untuk penyelidikan pidana. Kebocoran cairan pendingin dan katup yang rusak dalam sistem EGR menyebabkan mesin terbakar. Kementerian juga mengkritik markas BMW di Jerman karena sudah mengetahui permasalahan ini pada tahun 2015 tentang bagian yang salah dalam sistem EGR.

“Pada Oktober tahun itu, markas besar BMW membentuk gugus tugas untuk mereparasi perangkat pendingin dalam sistem EGR untuk mencegah kebakaran,” tambahnya.

Pihak BMW, di sisi lain, bersikeras telah mengetahui masalah sistem EGR yang terkait dengan kebakaran mesin hanya pada bulan Juli tahun ini, menurut kementerian.

Simak: Kisah BMW dan Mercedes-Benz Dulu Lawan Siap Menjadi Kawan

Terpukul oleh kontroversi kebakaran mesin, pembuat mobil Jerman melihat penjualannya turun 9,9 persen di Korea Selatan. Dalam 11 bulan pertama tahun ini, perusahaan menjual total 47.569 kendaraan di Korea Selatan, dibandingkan dengan 52.817 kendaraan yang dijual untuk periode yang sama tahun lalu, menurut data industri.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT