Libur Akhir Tahun, Pengemudi Dilarang Memacu Mobil 100 KM/Jam
TEMPO.CO | 22/12/2018 11:53
Anggota satuan Polisi Lalu Lintas menggunakan alat pendeteksi kecepatan laju kendaraan (speed gun) di Jalan Raya MT Haryono, Jakarta, 7 Maret 2016. Ditlantas Polda Metro Jaya segera menerapkan Speed Gun untuk memaksimalkan penindakan pengendara yang melan
Anggota satuan Polisi Lalu Lintas menggunakan alat pendeteksi kecepatan laju kendaraan (speed gun) di Jalan Raya MT Haryono, Jakarta, 7 Maret 2016. Ditlantas Polda Metro Jaya segera menerapkan Speed Gun untuk memaksimalkan penindakan pengendara yang melanggar batas kecepatan berkendara di Ibukota Jakarta. TEMPO/Frannoto

TEMPO.CO, Jakarta - Pemudik dengan mengendarai mobil kini lebih cepat sampai tujuan terutama mereka yang merantau di Jakarta ingin pulang kampung di Surabaya, Jawa Timur. Pemerintah pekan ini telah meresmikan Jalan tol Jakarta-Surabaya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau batas kecepatan maksimal dalam berkendara saat mudik Natal dan tahun baru maksimal 100 Kilometer per jam demi menjaga keselamatan saat berkendara.

Baca: Saudara Kembar Wuling SUV di India Pakai Fitur Kamera 360

"Saya ingin mengimbau kepada pemudik untuk mengatur kecepatan maksimal 100 km/jam. Kecepatan berkendara 100 km/jam maksimal itu akan menjadi batas kesepakatan kita. Mengurangi kecepatan artinya kita sadar dalam keselamatan berkendara," kata Menhub dalam siaran pers, dikutip Sabtu 22 Desember 2018.

Penetapan batas kecepatan ini juga akan didukung penuh oleh Polri. Menhub mengungkapkan bahwa telah disiapkan alat yang digunakan untuk mengawasi kecepatan berkendara. "Untuk isu keselamatan ini kita akan kerja sama dengan Kakorlantas, Polisi untuk handle agar kecepatan itu pada batas 100 km per jam maksimal. Sudah ada alat-alat untuk mengontrol kecepatan pemudik seperti speed gun. Jadi kalau pengemudi berkendara lebih dari 100 km per jam akan tertangkap kamera dan diberikan tilang atau punishment yang lain karena berkeselamatan itu penting sekali," kata Budi Karya.

Budi Karya optimistis Tol Jakarta-Cikampek pada Natal dan Tahun Baru 2018/2019 relatif lancar. Hal ini karena untuk sementara waktu proyek pembangunan yang sedang berlangsung di Tol Jakarta-Cikampek tengah ditunda. "Kami perkirakan puncak kemacetan itu besok (hari ini), namun kita selalu mengatur kemacetan dengan baik. Bahkan laporan dari Dirut Jasa Marga Desi Arryani pada beberapa tempat lancar sekali. Pertumbuhannya sampai 30 persen," ujarnya.

Simak: Kerennya Honda S660 Roadster JDM, Ada Fitur Keselamatan Baru

Adapun perkiraan pengguna ruas jalan tol dengan jarak yang panjang, preferensi orang untuk menggunakan jalan tersebut menurutnya akan meningkat kira-kira 15 persen. "Saat ini, kita sepakat fokus pada antisipasi keselamatan bukan kemacetan," kata Menhub.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menambahkan pihaknya telah meluncurkan buku kuliner untuk mempromosikan keunggulan dan kekhasan kuliner setiap kota. Buku ini menurutnya sudah dicetak sementara 1.000 buku dan akan dibagikan secara gratis pada semua pintu tol.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT