Begini Cara Isuzu Gembleng Mekaniknya Bermental Juara
TEMPO.CO | 21/12/2018 06:38
Mekanik Isuzu Yogyakarta Joko Susanto (dua dari kiri) menunjukkan piala gelar juara dari ajang kompetisi mekanik internasional The 13th Isuzu World Technical Competition ( I-1 GRAND PRIX), yang digelar Jepang, 5-6 Desember 2018 lalu, Rabu 19 Desember 2018
Mekanik Isuzu Yogyakarta Joko Susanto (dua dari kiri) menunjukkan piala gelar juara dari ajang kompetisi mekanik internasional The 13th Isuzu World Technical Competition ( I-1 GRAND PRIX), yang digelar Jepang, 5-6 Desember 2018 lalu, Rabu 19 Desember 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Mekanik Astra Isuzu Yogya berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang kompetisi bergengsi The 13th Isuzu World Technical Competition yang digelar pada 5-6 Desember 2018 lalu di Isuzu Manufacture Service Training Center, Tokyo, Jepang. Tim Isuzu Indonesia berhasil merebut juara II baik untuk kelas individual maupun kelompok dari ajang yang diikuti perwakilan 33 negara itu.

Baca: Kisah Mekanik Isuzu Menang Kompetisi Dunia Lawan 33 Negara

Branch Manager Astra Isuzu Yogyakarta, Uberlin Tangkas menuturkan bagaimana selama ini para mekanik Isuzu Astra Motor Indonesia dilatih menjadi teknisi handal sehingga tak kalah dengan skillnya dari mekanik negara negara maju seperti Amerika, Jepang, dan lainnya yang turut mengirim wakil dalam kompetisi mekanik internasional itu. "Ada training berjenjang yang kami terapkan untuk mekanik," ujar Berlin 19 Desember 2018.

Training berjenjang itu dimulai dari training internal dari dealer cabang, kantor pusat dan training yang digelar Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Untuk tahap jenjang yang berhasil dilalui, seorang mekanik akan mendapatkan sertifikasi bukti kelulusannya. Seperti mekanik 3,mekanik 2, dan mekanik 1. Kenaikan level kemampuan ini berjalan bertahap sesuai kemampuan yang diserap mekanik.

"Setiap tahun dari kantor cabang dan ATPM juga rutin menggelar training dengan berbagai tema berbeda," ujarnya.

Berlapisnya training untuk mekanik itu agar mekanik bisa mendapatkan kecepatan, ketepatan, keamanan dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) ketika dihadapkan berbagai keluhan pelanggan. "Tak ada gunanya kalau pengerjaan cepat tapi tak sesuai SOP, tak akan mendapatkan safety atau keamanan," ujarnya.

Uberlin menuturkan, mekanik di Isuzu tak akan dibiarkan dalam kondisi stuck atau tak berkembang skillnya. Sehingga dalam berbagai program layanan seringkali mekanik diturunkan menghadapi persoalan persoalan baru dan mendapat bimbingan pendidikan hingga benar benar memahami persoalan yang dihadapi. "Orientasinya bagaimana pekerjaannya memuaskan pelanggan," ujarnya.

Simak: Musim Liburan, Isuzu Manjakan Pemilik Truk Lewat Bengkel Berjalan

Berlin menuturkan, para mekanik Isuzu diberi keleluasaan berkarya dan mengembangkan dirinya mencapai jenjang karier maksimal pula. "Jangan sampai mekanik berpikir, 'Ah, nanti levelnya mentoknya jadi kepala bengkel', bukan seperti itu," ujar Berlin.

Sebab, Isuzu memberi kesempatan sama bagi mekanik yang berkompeten untuk menempati posisi posisi strategis lain seperti kepala bagian spare part, supervisor pemasaran, bahkan kepala wilayah. Tergantung kompetensinya. "Mungkin kariernya dari mekanik, tapi nantinya jika berkompeten bisa mengisi posisi lain seperti kepala cabang," ujarnya.

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT