Program Vokasi Astra Honda Motor Telah Hadir di Provinsi Termuda
TEMPO.CO | 14/12/2018 06:43
Penandatangan Mou PT Astra Honda Motor dengan SMK Negeri 3 Tanjung Selor dalam kerjasama program vokasi berupa pengimplementasian Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. TEMPO/Eko Ari Wibowo
Penandatangan Mou PT Astra Honda Motor dengan SMK Negeri 3 Tanjung Selor dalam kerjasama program vokasi berupa pengimplementasian Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. TEMPO/Eko Ari Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor atau AHM kini telah mengembangkan program pendidikan vokasi hingga ke provinsi termuda di Indonesia, Kalimantan Utara. Hal ini menggenapi pengembangan tiga bulan terakhir ini setelah AHM melakukan kerjasama dengan SMK di Merauke, Papua di ujung timur Indonesia dan Kupang, Nusa Tenggara Timur di wilayah paling selatan.

Di Kalimantan Utara, AHM menggandeng SMK Negeri 3 Tanjung Selor dengan implementasi Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Astra Honda dengan penandatanganan kerjasama pada Kamis 13 Desember 2018 yang dihadiri langsung Direktur HR, GA, IT SI AHM Markus Budiman dan General Manajer Corporate Communication Ahmad Muhibbudin.

Baca: Honda Siap Pamerkan Teknologi Canggih di CES 2019, Apa Saja?

Kerjasama ini melengkapi 41 SMK mitra binaan Astra Honda Motor di seluruh Pulau Kalimantan dan menjadi bagian dari 686 SMK TBSM Astra Honda yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia dan 268 kabupaten/kota. "Saya berharap dari program sederhana dan konsisten berdampak signifikan kualitas yang benar link and match dengan kebutuhan bisnis sekaligus jiwa dan pengetahuan wirausaha. Setelah lulus tidak hanya bekerja di industri tapi mencetak lapangan kerja," kata Markus.

AHM akan mendelegasikan pendampingan pelaksanaan kurikulum kepada main dealer Astra Motor Balikpapan termasuk penyiapan tenaga guru. Tak hanya itu, SMK Negeri 3 Tanjung Selor mendapat donasi berupa 2 unit sepeda motor, spesial tools praktik bengkel dan modul penunjang pembelajaran. "SMK 3 Tanjung Selor menjadi sekolah kelima yang menjadi bimbingan kami," ujar Darma Wijaya perwakilan Astra Motor Balikpapan.

Fasilitas perbengkelan SMK Negeri 3 Tanjung Selor. TEMPO/Eko Ari Wibowo

Selain itu, AHM juga member bantuan pengembangan vokasi industri antara lain penyelerasan kurikulum, penyediaan tempat praktik kerja industri siswa, pelatihan dan sertifikasi guru produktif dan pengukuran kualitas SMK melalui supervisi dan kontestasi keterampilan siswa. "Materi pun selalu diperbaharui sesuai perkembangan teknologi dan tren usaha terkini," ucap Markus.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Utara Amat berharap adanya program vokasi ini mampu meningkatkan kualitas lulusan siswa SMK tidak hanya siap kerja namun juga bisa membuka lapangan kerja. Berdasarkan data dinas pendidikan, 64 persen lulusan SMK bisa bekerja dunia usaha dan industri. Namun, ia mengingatkan jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan lulusan SMK. "Saya berharap ada perubahan orientasi," ujarnya.

Baca: AHM Ajak Konsumen Jajal Honda RCV213V-S, Ini Kesan Mereka

Menurut dia, peluang dunia usaha perbengkelan terbuka luas. Ia mengatakan saat ini jumlah penduduk Kalimantan Utara 700 ribu namun ada pertumbuhan warga dari migrasi 20 ribu. "Mereka bisa mengembangkan bengkel di pelosok karena warga di pedalaman sulit mendapatkan layanan bengkel," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT