Ekspor Motor 2018 Naik 41 Persen, Pertumbuhan Tertinggi Kawasaki
TEMPO.CO | 18/10/2018 08:47
Kawasaki Ninja 250 yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2017. Sumber: overdrive.in
Kawasaki Ninja 250 yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2017. Sumber: overdrive.in

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia mencatat telah mengekspor sepeda motor secara utuh atau completely built up mengalami pertumbuhan sebesar 41,8 persen pada Januari hingga September 2018.

Ketua Umum AISI Johannes Loman mengungkapkan, pengapalan sepeda motor pada Januari—September tahun ini sebanyak 438.530 unit atau lebih tinggi 129.205 unit dibandingkan ekspor pada periode yang sama tahun lalu.

Baca: Kisah Bengkel Modif Kustom dari Kamar Kos hingga Tenar di Solo

Asosiasi memperkirakan ekspor sepeda motor mencapai sekitar 530.000 unit pada penghujung tahun ini dengan melihat pencapaian pengapalan kendaraan roda dua dalam daftar AISI pada sembilan bulan 2018.

“Industri sepeda motor memiliki peran penting, tidak hanya [mampu] memenuhi kebutuhan masyarakat di tanah air, tapi juga pasar ekspor,” kata Johannes belum lama ini di Jakarta.

Berdasarkan data AISI yang dilihat Bisnis, semua merek dalam daftar asosiasi menunjukkan kinerja eskpor yang positif pada sembilan bulan tahun ini. Tercatat, Honda mengalami pertumbuhan ekspor sebanyak 45,3 persen, Yamaha 33,7 persen, Suzuki 82,1 persen, Kawasaki 325,2 persen, dan TVS 28,4 persen.

Baca: 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Motor Matik Bekas

Yamaha – masih dalam data AISI - merupakan merek kendaraan roda dua dengan pemberi kontribusi ekspor terbesar, yakni 55 persen. Kemudian, diikuti oleh Honda sebesar 28,5 persen dan Suzuki 7,8 persen.

Dalam data AISI, ekspor kendaraan bermotor roda dua sebanyak 434.691 unit. Oleh karena itu, pertumbuhan pengapalan sepeda motor mencapai 21,93 persen jika ekspor mencapai 530.000 unit pada penghujung tahun ini.

Saat ini, Johannes menilai, kendaraan-kendaraan roda dua yang diproduksi di dalam negeri mampu bersaing untuk mengisi pasar ekspor.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT