Hari ini, Warga Korea Makan Menu Khusus Samgyetang Saat Hari Pertama Musim Panas
Dian Andryanto | 16/07/2020 14:25
Hari ini, Warga Korea Makan Menu Khusus Samgyetang Saat Hari Pertama Musim Panas

TERAS.ID, Incheon, Bupyeong – Siapa bilang  tanggal 16 Juli, tak ada yang istimewa? Dalam penanggalan Korea, tepat tanggal 16 Juli masuk dalam hitungan chobuk, yaitu hari pertama yang sangat panas di musim panas.

Dalam musim panas, terdapat tiga hari istimewa terpanas di musim panas yaitu chobuk, jungbuk dan malbuk.

Pada hari itu, terdapat menu istimewa yang  disuguhkan dan dimakan adalah samgyetang atau sop ayam ginseng. Sup ini berisi ayam muda dalam keadaan utuh yang direbus dengan api kecil selama 2-3 jam hingga empuk. Seporsi sup dalam panci kecil biasanya dimakan oleh satu orang.

Samgyedang dimakan dengan tambahan merica, garam, dan kimchi yang telah disediakan pula di meja. Ayam sudah direbus sampai empuk hingga daging mudah lepas dari tulang. Kuah sup biasanya tidak semua diminum. Setelah daging ayam habis, nasi dimasukkan ke dalam kuah sup tersisa.

Bagaimana membuat samgyetang ini? Setelah isi perut ayam dikeluarkan, kemudian dalam perut ayam itu dimasukkan ketan yang sudah direndam sebelumnya dan ramuan tanaman obat yang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Selain ginseng, di antara ramuan yang sering dicampurkan adalah kastanye, kacang cemara, buah jujuba kering, bawang putih, daun bawang, dan jahe.

Bumbu dn ramuan tergantung pada resepnya, tanaman obat seperti gugija (goji), dangsam (akar Codonopsis pilosula), atau danggwi (tang kuei atau Angelica sinensis). Tanaman obat dicampurkan dalam keadaan utuh (tidak dipotong-potong) agar khasiatnya maksimal.

Itu sebabnya, samgyetang menjadi  makanan tradisional yang bergizi di musim panas sehingga membuat tubuh selalu berkeringat dan tidak menjadi lemas. Orang Korea biasanya memakan samgyetang pada tiga hari istimewa di musim panas: chobok, jungbok, dan malbok yang merupakan tiga hari terpanas dalam setahun.

Seperti halnya sup ayam yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Di kebudayaan Barat, samgyetang bukan hanya dimakan di Korea untuk mengobati penyakit. Protein dan mineral dari seekor ayam utuh yang direbus dengan tanaman obat diyakini pula bisa mencegah penyakit.

Di Korea, terdapat rumah makan yang menunya hanya menyediakan samgyetang. Walaupun demikian, rumah makan khusus samgyetang seperti itu terus ramai pembeli karena resep samgyetang dan ramuan obat yang dijaga sebagai rahasia perusahaan. Minuman pengiring saat makan samgyetang biasanya adalah anggur ginseng.

Dan bisa di pastikan hari ini 16 juli 2020, semua menu di kantin peruhahaan maupun sekolahan, semua adalah samgyetang atau sop ayam ginseng.

RIEMA LEE / SDA

 


BERITA TERKAIT