S. Dian Andryanto Luncurkan Buku ke-10 dan 11 #sayabelajarhidup
Yosep Suprayogi | 14/12/2019 14:53
S. Dian Andryanto Luncurkan Buku ke-10 dan 11 #sayabelajarhidup

Jakarta -- S. Dian Andryanto meluncurkan buku ke-10 dan ke-11 #sayabelajarhidup pada Sabtu (14/12/2019) di Gedung Tempo, Jakarta. Seri ke-10 buku ini bertajuk “di antara hening” dan seri ke-11 bertema “Nusantara Berkisah 2: Orang-orang Sakti”.

Serial #sayabelajarhidup pertama kali terbit empat tahun lalu. Subserinya, Nusantara Berkisah, terbit perdana pada 2018.

Dian mengatakan “di antara hening” sedikit berbeda dari serial #sayabelajarhidup sebelumnya, yang dominan membicarakan kehidupan manusia. Seri ke-10 setebal 214 halaman dan memuat 75 tulisan ini mengajak pembaca mengingat makna “awalan” dan “pengakhiran”--kehidupan dan kematian.  “Saya merasa harus menuliskan ini agar tak lupa, asyik dalam kehidupan di antara kehidupan dan kematian, tapi alpa mengingat tujuan kelahiran dan maksud kematian,” kata Dian dalam peluncuran buku ini.

Adapun “Nusantara Berkisah 2: Orang-orang Sakti” berkisah tentang orang-orang yang diabaikan, tak dianggap, tak terlihat. “Tapi justru mereka sebenarnya bisa memberikan motivasi dan inspirasi dalam kehidupan kita,” kata Dian.

Nusantara Berkisah 2 berisi 65 kisah dari 32 penulis. Puluhan kisah ini merupakan hasil seleksi dari 612 tulisan yang dikirim 73 penulis.  Buku sebelumnya, Nusantara Berkisah 1, berisi karya dari 30 penulis.

Menurut Dian, untuk menemukan orang-orang sakti ini, para penulisnya harus memiliki empati yang tinggi. “Jadi, orang-orang sakti itu bukan hanya nara sumber penulisannya, tapi juga para penulis itu sendiri, yang mampu menulis dengan hati,” ujarnya.

Dian mengatakan pada mulanya ia tak membayangkan #sayabelajarhidup bisa mencapai usia lima tahun. Edisi 1-3 #sayabelajarhidup: Empati – Simpati – Harmoni diluncurkan 6 Desember 2015. Setelah itu terbit #sayabelajarhidup: Matur Suksma, Simfoni, Asmaradahana, Pita Garuda, Nyala Nyali, dan  Nusantara Berkisah 1.

“Komunitas pembaca #sayabelajarhidup yang sudah tersebar di berbagai daerah menjadi motor mengapa buku ini terus diterbitkan,” kata Dian. Tentu saja buku ini pun bisa diterbitkan berkat dukungan berbagai pihak, baik perorangan maupun perusahaan. “Dukungan dan apresiasi yang tak henti-henti dari pembaca setia tulisan status saya di media sosial, para sponsor, khususnya dari kerabat  #sayabelajarhidup di banyak tempat, membuat buku ke-10 dan ke-11 bisa terbit di akhir tahun dan penerbitannya menjadi kegiatan rutin,” kata Dian.

Untuk meluaskan pembaca #sayabelajarhidup, Dian bersama penerbitnya, Langgam Komunika, terus melakukan pengembangan dan terobosan, seperti membuka toko direct online melalui nomor WhatsApp +62817758560. “Kami juga tengah menyiapkan buku-buku #sayabelajarhidup dalam bentuk e-book, sehingga permintaan pembaca di luar negeri atau berbagai daerah dapat terpenuhi. Pokoknya, kembangkan literasi, dan jarak bukan halangan,” ujarnya.

Subseri Nusantara Berkisah sendiri merupakan terobosan dari #sayabelajarhidup. “Pembaca #sayabelajarhidup ternyata banyak penulis-penulis berbakat dan hebat, hanya kendala untuk menerbitkan karya mereka dalam bentuk buku, nah kami memfasilitasinya, untuk menulis dalam satu buku bersama-sama S. Dian Andryanto,” kata Urry Kartopati, Manajer Produksi Langgam Komunika, penerbit independen buku-buku Dian. “Meskipun kecil, semoga ini bisa menjadi kontribusi kami untuk memberikan wadah dan ruang kepada para penulis di berbagai daerah untuk mengembangkan karyanya, dan memotivasi agar terus menulis,” kata Urry.*/**


BERITA TERKAIT