Anak Berkelahi, Orang Tua yang Berurusan dengan Polisi
KABARMAKASSAR.COM | 10/02/2021 15:29
Anak Berkelahi, Orang Tua yang Berurusan dengan Polisi
Ilustrasi

KabarMakassar.com -- Telah terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan antara orang tua di Labolong, Desa Matongeng-Tongeng, Kabupaten Pinrang. Mereka terlibat dalam perkelahian anak, alhasil masalah tersebut berujung di kantor polisi.

Aura Gawi, selaku kakak korban kekerasan, mengaku masalah ini berawal saat adiknya DZ berkelahi dengan seorang teman sebayanya sepulang shalat Jumat. Hanya saja teman berkelahi DZ pulang ke rumahnya untuk mengadu kepada orang tuanya (RIS).

“Sepulang jumatan dia bermain di dekat sekolah, dekat masjid lalu bertengkar dengan teman sebayanya yang tinggal di Katteong, dia ajak adik saya bertengkar,” pungkas Aura kakak dari korban kekerasan, Selasa (9/2).

Selaku orang tua, RIS pun tidak terima dengan apa yang dialami anaknya, sehingga ia datang menghampiri DZ dan membenturkan kepalanya ke tembok. “Orang tua itu langsung turun dari motor dan membenturkan kepala DZ ke tembok secara berulang-ulang,” ucap Aura

Aura melanjutkan bahwa peristiwa yang menimpa adiknya tersebut telah ditangani oleh Polsek setempat. “Anak-anak yang menyaksikan peristiwa tersebut, sudah memberikan kesaksian di Polsek Langga,” ujarnya.

Kata Aura, sebelumnya pihak keluarga mengunjungi (RIS) orang tua yang memukul adiknya tersebut dan meminta (RIS) mengunjungi adiknya namun, malah (RIS) mengamuk dan ingin menampar orang tua dari korban tersebut.

“Keluarga kami punya etika baik untuk mengunjungi orang tua anak tersebut, hanya untuk meminta agar orang tua tersebut mengunjungi adik kami, namun malah dia langsung marah-marah sampai mau menampar mama saya,” kata dia.

Lanjut Aura, seharusnya permasalahan ini tidak berakhir ke rana hukum,dan bisa dibicarakan secara kekeluargaan namun, orang tua tersebut tidak mempunyai etika baik malah memperkeruh suasana.

Dia juga menegaskan RIS sudah sering melakukan kekerasan terhadap anak, dan masih berakhir damai,namun saat ini akan memberi efek jera.

“Ini kekerasan anak, saya akan memberikan efek jera, jika ada perkelahian anak tidak boleh orang tua ikut campur, hari ini anak berantem besok mereka baikan. Tapi ketika orang tua terlibat maka akan panjang kasusnya,” katanya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT