Langka, Harga Pupuk di Gowa Melonjak
KABARMAKASSAR.COM | 12/01/2021 14:40
Langka, Harga Pupuk di Gowa Melonjak
Petani di Kabupaten Gowa saat melakukan Penaburan Pupuk (Foto : Abdul Kadir)

abarMakassar.com -- Terjadinya kelangkaan pupuk di Kabupaten Gowa dikeluhkan beberapa petani yang saat ini memasuki waktu pemupukan padi.

Salah satu petani di Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa Jamaluddin. Ia  menuturkan akibat langkanya pupuk padi miliknya mengalami kelambatan dalam pertumbuhan.

"Setengah bulan setelah di tanam baru ada pupuk, baru kemarin dibeli satu orang satu dulu. Kalau sesuai waktunya tidak begini, sudah normal pertumbuhannya, inikan terlambat," kata Jamaluddin ketika ditemui wartawan saat sedang menabur pupuknya, Senin (11/1).

Ia mengatakan, langkanya pupuk juga mengakibatkan harga pupuk yang melonjak. Dari kisaran harga Rp95.000 per karung kini mencapai harga Rp130. 000 perkarungnya.

Sehingga kata dia, hal ini memberatkan bagi petani. Namun karena kebutuhan dirinya terpaksa membeli demi kebutuhan pertumbuhan padinya.

"Harganya Rp130.000, sebelumnya itu tahun lalu Rp95.000. Kalau petani mahal, tapi mau bagaimana lagi karena kebutuhan," ucapnya.

Kelangkaan pupuk juga dirasakan Petani lainnya, seperti Saldi. Saldi yang membantu bapaknya memupuk padinya mengatakan, segala tempat agen penjual pupuk didatanginya untuk mendapatkan pupuk. 

Harga pupuk juga bervariasi, bahkan informasi yang dihimpun harga pupuk ada yang menjual seharga Rp150.000 per karungnya. 

"Biasanya banyak di agen-agen sekarang kosong. Saya sempat keliling mencari sampai daerah Barombong dan Pallangga tapi kosong. Dan ini didapat sama kelompok tani itupun satu orang satu karung," ungkap Saldi. 

Sementara belum lama ini, Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo menggelar kunjungan kerja di Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Gowa, Sulsel. 

Saat ditemui Wartawan mantan Gubernur 2 periode tersebut mengatakan pupuk subsidi aman. 

"Selalu saja itu masalah pupuk dibilang kurang, langka. Tetapi kalau di cek, rata-rata baru pengunaannya 94 persen. Stock aman," kata Mentan beberapa waktu lalu.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT