Perpanjangan Hak Guna Usaha PTPN Ditolak Petani di Takalar, Pengunjuk Rasa Mayoritas Perempuan
KABARMAKASSAR.COM | 09/11/2020 16:35
Perpanjangan Hak Guna Usaha PTPN Ditolak Petani di Takalar, Pengunjuk Rasa Mayoritas Perempuan

KabarMakassar.com -- Puluhan Petani  dari Serikat Tani Panrannuanta Kabupaten Takalar melakukan aksi unjuk rasa menolak perpanjangan izin Hak Guna Usaha PT Perkebunan Nusantara XIV Pabrik Gula atas tanah warga yang digunakannya, Senin (9/11).

Aksi unjuk rasa dilakukan para petani di depan kantor Bupati Takalar Jalan Jenderal Sudirman Poros Takalar-Jeneponto. Puluhan spanduk dibawa para petani bertuliskan 'Petani Tolak Perusahaan Tebu' ada juga 'Perampasan Lahan Memiskinkan Perempuan. 

Unjuk rasa dilakukan mayoritas kaum perempuan yang dilakukan mulai pukul 09.00 pagi. Kordinator Solidaritas Anging Mamiri Anggi  yang mendampingi Serikat Tani Panrannuanta Kabupaten Takalar mengatakan warga menuntut tanah warga yang dikuasai PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV melalui Hak Guna Pakai (HGU) 25 tahun silam mesti dikembalikan ke Petani. 

"Kami menuntut agar tanah warga yang dikuasai oleh PTPN melalui Hak Guna Pakai (HGU) 25 tahun silam. Kala itu pemerintah dan pihak perusahaan menjanjikan setelah 25 tahun masa HGU selesai tanah warga akan dikembalikan. Namun hingga kini masih dikuasai oleh PTPN sekitar 4.500 hektar," kata Kordinator Solidaritas Anging Mammiri. 

Ia menjelaskan sejak tahun 1989 sampai 1983 tanah masyarakat diambil alih dan dijadikan lahan perkebunan tebu oleh PTPN. berbagai permasalahan dialami Petani sejak masuknya PTPN, mulai pembebasan lahan yang sepihak tanpa melibatkan masyarakat terdampak, tidak ada ganti rugi dan tidak adanya lapangan kerja yang layak. 

"Kehadiran PT PN XIV Pabrik Gula Takalar tidak memberikan peningkatan Kesejahteraan dan semakin kemiskinan masyarakat atau Petani. Berbagai upaya telah dilakukan masyarakat namun tidak ada tindakan yang konkrit dari pemerintah ataupun upaya penyelesaian yang memberikan solusi hingga saat ini, " paparnya.

Mewakili masyarakat atau petani di Kabupaten Takalar Anggi meminta Bupati Takalar Syamsari Kitta agar HGU Pabrik Gula dihentikan dan mengembalikan tanah Petani.

"Kedatangan kami meminta kepada Bupati menolak perpanjangan izin Hak Guna Usaha Pabrik Gula. Kami ingin ketemu Bupati," katanya. Hingga sore ini, mulai pukul 09.00 pagi tadi  puluhan petani masih menunggu didepan kantor Bupati Takalar.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT