Kisah Rosmiani Penyintas Covid-19 dari Pinrang, Bersama 8 Anggota Keluarganya
KABARMAKASSAR.COM | 28/10/2020 15:45
Kisah Rosmiani Penyintas Covid-19 dari Pinrang, Bersama 8 Anggota Keluarganya

KabarMakassar.com -- Rosmiani Thamrin adalah seorang penyintas Covid-19 yang berasal dari Kabupaten Pinrang. Ia dinyatakan terpapar Covid-19 pada 26 September 2020 lalu kemudian disusul oleh sang suami Mustakim dan keluarga. 

"Awalnya saya merasa tidak enak badan. Jadi saya berinisiatif melakukan test swab Covid-19 secara mandiri," kata Rosmiani Thamrin saat ditemui dikediamanya, jalan Sukawati, Watang Sawitto, Selasa (27/10).

Mereka mengikuti program wisata Covid-19 Pemerintah Sulawesi Selatan di Hotel Swis Bell Kota Makassar untuk menjalani perawatan. Menurutnya meski tidak merasakan gejala apapun, ia dengan sukarela mengikuti wisata Covid-19.

"Sehari setelah saya dinyatakan positif. Suami dan anak-anak serta keluarga saya ikut dinyatakan positif Covid-19. Jadi kami 8 orang ikut wisata Covid-19 di Makassar, kurang lebih 10 hari," jelasnya.

Ia mengungkapkan selama dirinya dinyatakan positif Covid-19 ia tidak merasakan gejala apa-apa. Adapun aktivitas yang dilakukan oleh para pasien Covid-19 di tempat karantina tersebut makan, minum, berolah raga dan berjemur dibawah terik matahari untuk meningkatkan imun.

"Sampai hari ini saya dan keluarga tidak merasa gejala apa-apa, seperti demam maupun batuk," ujarnya lagi.

Ia mengaku setelah dinyatakan positif Covid-19 tentu itu berpengaruh pada perekonomian keluarganya apa lagi ia dan suami bersamaan dinyatakan terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi. Dimana pasca dinyatakan positif terpapar corona, beberapa usaha miliknya harus tutup selama kurang lebih satu bulan.

"Selain seorang tenaga pengajar di salah satu sekolah menengah atas di kabupaten Pinrang saya juga memiliki usaha warung makanan serta usaha perlengkapan alat tulis kantor," ungkapnya.

Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada 07 Oktober 2020, ia kembali membuka usaha miliknya. "Tokoh foto copy baru dibuka beberapa hari ini untuk memulihkan perekonomian, sementara warung prasmanan belum dibuka hingga kondisi sosial masyarakat mulai membaik," ungkapnya.

Ia berharap agar kiranya warga masyarakat tidak mebgucilkan dirinya dan orang-orang lainnya yang pernah terpapar virus Covid-19. Karena menurutnya penyakit ini bukanlah sebuah aib bagi mereka. Dimana warga lainnya semestinya mensuport para penderita agar mampu bangkit dan bisa sehat serta beraktifitas seperti biasa.

"Olehnya itu tetap jaga kebersihan dan jaga kesehatan. Terapkan protokol kesehatan dangan mencuci tangan sesering mungkin, memakai masker dan menjaga jarak aman untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pinrang," ujarnya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT