Polisi Sebut Kerusuhan Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ulah Provokator
KABARMAKASSAR.COM | 23/10/2020 15:41
Polisi Sebut Kerusuhan Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ulah Provokator

KabarMakassar.com -- Aksi unjuk rasa tolak undang-undang Omnibus Law  Cipta Kerja berakhir ricuh yang berujung pada pembakaran mobil ambulance, pengrusakan dan penjarahan kantor salah satu partai politik Kamis (23/10) malam.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol Merdisyam. Menurutnya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa UNM ini mulai ricuh saat adzan magrib.

"Tadi pada saat mulai adzan magrib disusupi juga dengan yang mereka sebut dirinya aliansi makar, mereka ini campuran (bukan mahasiswa seluruhnya)," ujarnya, Kamis (23/10).

Ia menambahkan, aliansi ini  diduga telah melakukan upaya-upaya provokasi massa hingga mengakibatkan kericuhan. "Mereka yang melakukan upaya-upaya profokasi bahkan melakukan upaya-upaya anarkis," kata dia.

Merdisyam menuturkan pihaknya telah melakukan upaya-upaya penyidikan bahkan  telah mengamankan 13 orang yang diduga sebagai provokator.

"Kita akan lakukan pengumpulan bukti-bukti, kita tadi melakukan upaya penegakan hukum mendorong memisahkan masyarakat dengan mahasiswa yang aksi juga dengan kelompok-kelompok yang melakukan profokasi. Sementara ada 13 orang yang  kami amankan terkait apakah itu mahasiswa atau bukan, masih kami dalami," ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Makassar, Andi Rachmatika Dewi menyayangkan adanya kejadian ini. Menurutnya baru kali ini aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa UNM berujung pada pengrusakan fasilitas.

"Kita sangat menyayangkan yah adanya kejadian ini karena seperti yang kita lihat kantor kami rusak parah dan juga satu unit ambulance yang selama ini digunakan untuk melayani masyarakat kota Makassar juga sudah dibakar dan ada beberapa kendaraan yang terparkir di depan juga rusak," katanya.

Cicu sapaan akrabnya menuturkan tak hanya melakukan pengrusakan, juga terjadi penjarahan fasilitas kantor pada kejadiaan ini. "Pelaku mengambil laptop kantor, TV tapi tadi kita sempat rebut tapi jatuh, komputer dijarah," katanya.

Tidak ada korban dalam peristiwa ini, pasalnya saat kejadian seluruh penghuni kantor sempat melakukan penyelamatan diri. Meski demikian Ia meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian ini.

"Kami meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menyelidik kasus ini, supaya tidak ada menduga-duga terhadap orang lain. Kami tidak ada persoalan, silahkan mahasiswa berunjukrasa silahkan teman-teman melakukan demonstrasi tidak ada persoalan tetapi jangan melakukan pengrusakan fasilitas yang ada," ujarnya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT