Puluhan Mahasiswa Desak Kapolda Sulsel Evaluasi Kapolres Palopo untuk Tidakan Represif Aksi Tolak Omnibus Law
KABARMAKASSAR.COM | 21/10/2020 15:15
Puluhan Mahasiswa Desak Kapolda Sulsel Evaluasi Kapolres Palopo untuk Tidakan Represif Aksi Tolak Omnibus Law

KabarMakassar.com -- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Indonesia (API) yang terdiri dari beberapa lembaga organisasi mengelar aksi di depan kantor Polres Palopo, Selasa (20/10).

Pemimpin aksi Deny Rahman mengatakan bahwa aksi ini memiliki dua tuntutan yaitu mendesak Kapolres Palopo untuk menindaklanjuti oknum kepolisian yang melakukan tindakan refresif kepada mahasiswa pada tanggal 08 Oktober 2020 lalu dalam aksi Penolakan UU Omnibus Law. 

"Tuntunan yang kedua mendesak Kapolda Sulsel mengevaluasi Kapolres Palopo sekaitan dengan tindakan refresif kepada mahasiswa," kata Deny saat di konfirmasi.

Deny menambahkan dalam aksi sebelumnya, ada berapa mahasiswa yang mengalami luka-luka diduga akibat tindakan represif dari kepolisian.

"Untuk korban dari kampus IAIN Palopo ada Delapan orang sementara beberapa kampus lainnya sekitar 10 orang, dan aksi ini adalah aksi berkelanjutan, teman-teman akan melakukan aksi sampai ada kejelasan dari pihak kepolisian," tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas saat di konfirmasi mengungkap bahwa pasca kejadian pada 08 Oktober 2020 lalu dari pihak Polres Palopo baik polres maupun Polsek juga mengalami Luka-luka.

"Ada sembilan yang mengalami luka-luka di mata, kepala maupun luka di tangan, alhamdulillah sekarang sudah rawat jalan dan salah satu polwan masih kontrol karena masih ada bengkak pada mata," ungkap Alfian

Dalam pantauan dilapangan aksi tersebut sempat memanas dimana terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dan aparat yang melakukan pengamanan aksi.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT