Modus Penipuan Pengurusan Tunjangan Pensiunan Veteran di Takalar Dilakukan Ibu Rumah Tangga
KABARMAKASSAR.COM | 20/10/2020 15:15
Modus Penipuan Pengurusan Tunjangan Pensiunan Veteran di Takalar Dilakukan Ibu Rumah Tangga

KabarMakassar.com -- Setelah melakukan penipuan terhadap warga Kabupaten Takalar dengan modus pengurusan tunjangan Pensiunan veteran. Seorang IRT berinsia SY (44) warga Kabupaten Gowa berstatus janda diamankan Reskrim Polres Takalar. 

SY berhasil diamankan pada Minggu (4/10) lalu, setelah melakukan transaksi dengan Kepolisian Resort Takalar atas  laporan dua orang korbannya di Mapolsek Polongbangkeng Utara (Polut). 

"Jadi, Pelaku ini menjanjikan untuk pengurusan mendapatkan dana tunjangan pensiun veteran. Kita coba memancing pelaku, dengan alasan ada lagi korban yang dimintai pengurusan," kata Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Arham Gusniar kepada wartawan saat menggelar Press Conference, Senin (19/10) sore tadi. 

Ia memastikan pelaku tidak memiliki kaitan dengan badan maupun lembaga yang melakukan pengurusan tunjangan pensiun veteran. Tindakan pelaku murni untuk mendapatkan untung dengan cara menipu korbannya. 

"Si tersangka ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan pengurusan tunjangan pensiunan veteran. Memang menipu," sebut AKP Arham. 

Reskrim Polres Takalar saat ini masih melakukan penyelidikan atas kasus penipuan dengan modus pengurus pensiun veteran tersebut. Diduga korban penipuan dengan modus tunjangan pensiun vetera ini masih banyak.

"Kami duga ada beberapa korbannya lagi yang belum melapor. Untuk sementara ini dulu kita tangani satu laporan polisi dengan dua korban. Dan tetap kami dalami Kasus ini," kata Kasat. 

"Dan Total kerugian sementara Rp. 9.850.000 dari dua korban berdasarkan dua alat bukti kwitansi tanda terima. Untuk biaya pengurusan itu bervariasi," ujarnya. 

Sementara pelaku SY di hadapan polisi mengakui perbuatannya tersebut. Ibu dengan empat orang anak ini mengatakan uang hasil penipuan digunakan untuk kebutuhan sehari hari. 

"Iya pak, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," kata pelaku. 

Pelaku sendiri disangkakan dengan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT