Kisah Miris Kehidupan Warga Lampa Tua di Kaki Gunung Tirasa Tanpa Listrik dan Pendidikan Formal
KABARMAKASSAR.COM | 30/06/2020 15:50
Kisah Miris Kehidupan Warga Lampa Tua di Kaki Gunung Tirasa Tanpa Listrik dan Pendidikan Formal

KabarMakassar.com — Menulusuri kehidupan warga di Lingkungan Lampa Timur (Lampa Toa) bagian dari Kelurahan Lampa, Kecamatan Duamapanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kondisinya kini memprihatinkan dan jauh tertinggal dibanding dengan daerah lainya.

Lampa Toa dengan jumlah penduduk sekitar 20 Kepala Keluarga (KK), berada jauh di pedalaman kaki Gunung Tirasa, jaranya kurang lebih 10 Kilometer dari Ibu Kota Kecematan Duampanua. Kondisinya begitu memilukan, pasalnya mulai dari akses jalan menuju kesana yang rusak parah.

Bahkan mirisnya warga harus bertahan dan menelan pil pahit akibat tidak adanya listrik, serta tidak adanya fasilitas pendidikan formal atau bangunan sekolah.

“Kami butuh perhatian dari pemerintah. Warga disini sudah cukup menderita dengan tidak adanya, listrik, pendidikan formal, jalannya juga tidak bagus,” kata salah seorang warga Lampa Toa, Wannabupil, Minggu (29/6) kemarin.

Ia mengatakan kehidupan warga berkebun dan menggantukan hidup di hutan. Biasa warga, hasil dari bertani di jual ke pasar Pekkabata, itu pun harus bertarung dengan medan jalan yang rusak parah.

“Baru baru ada pembukaan akses jalan, itu pun setengah menggunakan dana swadaya masyarakat hasil dari berkebun dan hasil hutan di jual ke kota. Tidak ada pendidikan formal saat ini hanya ada pendidikan non formal. Proses belajar memgajar di kolong rumah oleh para relawan,” sambungnya.

Sementara itu, Lurah Lampa, Muhammad Delli, yang dikonfirmasi KabarMakassar.com melalui selularnya tak menampik kebenaran itu. Ia mengatakan pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pinrang

“Jalan kesana memang kurang bagus, kita sudah koordinasi ke Dinas PUPR Pinrang,” kata Delli, Senin (29/6).

Delli mengaku turut prihatin atas kondisi warganya di Lampa Toa. Ia juga mengaku sudah melaporkan ke Bupati Pinrang terkait hal itu. Bahkan kata dia sudah menyampaikan langsung ke salah satu Anggota DPRD Pinrang, terkait aspirasi warganya itu.

“Kasihan memang kondisi warga disana. Tidak ada kelas jauh, mereka hanya bisa belajar di bawa kolong rumah. Saya sudah lapor ke Pak Bupati Pinrang. Bahkan saya sudah sampaikan langsung ke anggota DPRD saat reses baru-baru ini,” kata Delli.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT