Hampir 100 Tenaga Medis dan Staf RSUD Haji Makassar Dirumahkan, ini Sebabnya...
KABARMAKASSAR.COM | 03/06/2020 15:45
Hampir 100 Tenaga Medis dan Staf RSUD Haji Makassar Dirumahkan, ini Sebabnya...

KabarMakassar.com — Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar saat ini melakukan pembenahan dan penataan, sekaligus proses sterilisasi di seluruh area rumah sakit tersebut.

Langkah itu diambil untuk memastikan rumah sakit tersebut tetap aman dan nyaman sebagai tempat layanan kesehatan. Apalagi, di tengah situasi pandemi Covid-19 warga merasa was-was untuk berobat ke rumah sakit.

Kepala Bagian Perencanaan Program, Evaluasi, Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Haji Makassar, Badaruddin mengatakan, selama masa sterilisasi dan pembenahan ini, tenaga medis termasuk staf manajemen diminta untuk sementara waktu tinggal di rumah.

“Tapi tidak semua, hanya sebagian saja dan itupun petugas yang di ruang perawatan yang memang saat ini tengah kosong atau tidak ada pasien. Dari total sekitar 400 pegawai dan tenaga medis di RSUD Haji ini, sekitar 90 orang yang diminta untuk sementara waktu bekerja dari rumah,” kata Badar, Rabu (3/6).

Menurut Badar, momen untuk melakukan sterilisasi memang cukup tepat dilakukan saat ini. Sebab, jumlah pasien khususnya yang rawat inap, tidak sebanyak hari-hari biasa sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

“Sebelum adanya pandemi Covid-19, jumlah pasien rawat inap di RSUD Haji berkisar 100 orang lebih setiap hari. Namun saat pandemi ini, pasien berkurang. Hanya sekitar belasan orang yang dirawat. Malah hari ini, hanya dua orang pasien rawat inapnya. Itupun ibu melahirkan,” ungkapnya.

Karena kondisi seperti ini, lanjut mantan Kabag Humas Pemprov Sulsel itu, maka manajemen RSUD Haji berinisiatif untuk melakukan sterilisasi secara menyeluruh, sehingga karyawan dan pegawai lebih banyak diminta untuk tinggal di rumah untuk sementara waktu.

Badar menegaskan, kondisi ini (sejumlah pegawai diminta sementara waktu untuk tinggal di rumah) tidak berlangsung lama. Pada 8 Juni mendatang, dijadwalkan seluruh pegawai bisa bekerja secara normal seperti biasanya.

“Ini kami lakukan demi kenyamanan warga yang datang berobat, khususnya untuk menghilangkan rasa was-was saat berobat ke RSUD Haji. Karena memang sebenarnya RSUD Haji ini bukan rumah sakit rujukan untuk penderita Covid-19, jadi tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Kalaupun ada pasien yang datang berobat dengan gejala Covid-19, kata dia, ada protokoler kesehatan yang dijalankan. Seluruh calon pasien terlebih dahulu harus melewati screening sebelum diputuskan bisa dilayani di rumah sakit tersebut.

“Jika ditemukan ada gejala mengarah ke Covid-19, dirujuk ke rumah sakit rujukan. Sementara untuk pasien noncovid, bisa ditangani lebih lanjut,” katanya.

KABARMAKASSAR.COM

 


BERITA TERKAIT