Ditemukan Bendera Palu Arit di Unhas, Pihak Kampus dan Polisi Beri Penjelasan
KABARMAKASSAR.COM | 28/05/2020 15:15
Ditemukan Bendera Palu Arit di Unhas, Pihak Kampus dan Polisi Beri Penjelasan

KabarMakassar.com — Beberapa hari terkahir, peristiwa penemuan bendera merah putih bergambar palu arit di lingkungan Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, menjadi viral di media sosial.

Terkait hal ini, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas, Prof A Arsunan Arsin mengatakan, peristiwa tersebut sebenarnya terjadi sebulan lalu atau tepatnya pada 11 April 2020 di atas lantai sekretariat mahasiswa. Namun saat itu, civitas akademika Unhas sudah menerapkan work from home (WFH) dan para mahasiswa juga sudah banyak yang pulang kampung.

Bendera merah putih bergambar palu arit tersebut, kata dia, ditemukan oleh Satpam kampus pada malam hari, dan langsung dilaporkan ke dirinya pada malam itu juga.

“Pertama ditahu dari pengamanan tanggal 11 April malam. Saya di rumah ditelepon. Lokasi ditemukan itu di atas lantai sekretariat mahasiswa. Sekretariat mahasiswa di bawah, ada juga sekretaran BEM di bawah. Ada semacam tangga darurat naik ke loteng,” kata Prof Arsunan, Rabu (27/5).

“12 April saya ke lokasi dan memerintahkan untuk diturunkan. Selanjutnya kami minta diserahkan kepada yang berwajib. Langsung ada berita acaranya,” sambungnya.

Perihal pelaku pemasang bendera tersebut, Prof Arsunan mengatakan, pihaknya tak ingin berasumsi atau men-judge pihak-pihak tertentu. Sebab, sampai saat ini belum ada titik terang terkait peristiwa itu.

“Saya tidak bisa berasumsi men-judge apakah dipasang mahasiswa atau bukan, karena kita belum mendapat titik terang dan ini sudah diserahkan ke pihak yang berwajib (kepolisian),” ujarnya.

“Teman-teman dari kepolisian sudah meminta beberapa saksi, termasuk saya diminta klarifikasi. Ketua-ketua lembaga dan petugas keamanan,” katanya.

Prof Arsunan menegaskan, pihak kampus akan menunggu proses hukum yang sedang berjalan terkait kasus penemuan bendera bergambar palu arit tersebut.

“Setelah terbukti dan men-judge maka aturan universitas mengikut pada aturan hukum. Itu otomatis. Pokoknya tergantung bunyi hukum, kalau bunyi hukum menvonis beberapa tahun, ya selesai, bisa DO dengan sendirinya tanpa surat keputusan (kalau pelakunya ternyata oknum mahasiswa),” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo yang dikonfirmasi terkait proses hukum dari peritiwa tersebut mengatakan, kasus ini sudah dalam penyelidikan, dan barang bukti bendera merah putih bergambar palu arit itu sudah diamankan. “Sudah ditangani Polrestabes Makassar dan sementara masih lidik,” kata Ibrahim.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT