Polisi Tangkap 8 Pelaku Perundungan Terhadap Anak Penjual Jalangkote, Seorang Tenaga Kontrak Mitra PLN
KABARMAKASSAR.COM | 19/05/2020 15:45
Polisi Tangkap 8 Pelaku Perundungan Terhadap Anak Penjual Jalangkote, Seorang Tenaga Kontrak Mitra PLN

KabarMakassar.Com — Aksi perundungan atau bullying terhadap Rz (12), seorang anak penjual jalangkote yang dilakukan sekelompok anak muda di Kelurahan Bonto-Bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, menjadi viral di media sosial. Kasus tersebut pun sudah ditangani aparat kepolisian dari Polres Pangkep.

Kapolres pangkep, AKBP Ibrahim Aji mengatakan, pihaknya sudah menangkap beberapa pelaku aksi bullying terhadap Rz yang ada di video yang viral di media sosial tersebut.

“Kejadiannya itu kemarin sore sekitar jam 17.30 Wita, dan viral di media sosial. Minggu malam kita sudah laksanakan penangkapan terhadap beberapa pelaku yang ada di dalam video tersebut. Kita juga sudah laksanakan pemeriksaan secara maraton, dan untuk sementara kita tetapkan sebanyak 8 orang sebagai tersangka,” kata Ibrahim Aji saat diwawancarai oleh salah satu statsiun televisi swasta nasional, Senin (18/5) siang.

Sekadar diketahui, sebelumnya ribuan netizen juga mendesak pihak PLN untuk memecat salah satu tersangka (F) yang diduga merupakan karyawan perusahaan listrik negara tersebut.

Dugaan tersebut muncul karena berdasarkan informasi yang tertera di akun media sosial pelaku, tertulis jika yang bersangkutan bekerja sebagai teknisi di saah satu cabang kantor PLN di Sulsel.

Terkait hal ini, PLN UIW Sulselbar memastikan bahwa pelaku perundungan atau bullying tersebut bukanlah pegawai PLN.

“Sudah kami cek dan telusuri, kami pastikan palaku perundungan tersebut bukanlah pegawai PLN” kata General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu melalui pernyataan tertulisnya, Senin (18/5).

Dari penelusuran di unit terkait, kata dia, pelaku merupakan tenaga kontrak atau outsourcing dari perusahaan mitra dari PLN, yang ditugaskan sebagai operator telekomunikasi layanan gangguan PLN ULP Maros.

Ismail menambahkan, kejadian kemarin tidak ada sangkut pautnya dengan tugasnya sebagai tenaga kontrak atau outsourcing PLN, dan murni urusan pribadi pelaku.

Meski begitu, lanjut Ismail, PLN sangat menyayangkan dan perihatin atas kejadian ini. ia memastikan bahwa PLN akan memberikan tindakan tegas kepada vendor yang mempekerjakan pelaku.

Ia berharap, dengan adanya kejadian ini seluruh pegawai PLN dan mitra kerja PLN untuk selalu menjaga sikap dan perilaku, baik di area kantor maupun di luar lingkungan masyarakat serta tetap bekerja secara maksimal untuk menjaga pasokan listrik di tengah pandemi.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT