Nama PLN Terseret dalam Kasus Viral Bullying Anak Penjual Jalangkote di Pangkep
KABARMAKASSAR.COM | 18/05/2020 10:10
Nama PLN Terseret dalam Kasus Viral Bullying Anak Penjual Jalangkote di Pangkep

KabarMakassar.com — Aksi perundungan atau bullying terhadap RZ (12), seorang anak penjual Jalangkote yang dilakukan sekelompok anak muda di Kelurahan Bonto-Bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, menjadi viral di media sosial. Netizen dari berbagai daerah di Indonesia pun mengutuk perbuatan pelaku.

Meksi pelaku yang diketahui bernama F (26) tersebut sudah diamankan oleh aparat kepolisian setempat, namun ribuan masyarakat yang kesal dengan aksi bullying tersebut mendesak PLN untuk memecat pelaku dari pekerjaannya.

Desakan kepada PLN ini muncul karena dari informasi yang tertulis akun media sosialnya, pelaku bekerja sebagai teknisi di PLN. Pun saat ditangkap, pelaku menggunakan baju yang bertuliskan salah satu unit di PLN Kabupaten Maros.

Terkait hal ini, PLN UIW Sulselbar memastikan bahwa pelaku perundungan atau bullying tersebut bukanlah pegawai PLN.

“Sudah kami cek dan telusuri, kami pastikan palaku perundungan tersebut bukanlah pegawai PLN,” kata General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu melaluim pernyataan tertulisnya, Senin (18/5).

Dari penelusuran di unit terkait, kata dia, pelaku merupakan tenaga kontrak atau outsourcing dari perusahaan mitra dari PLN, yang ditugaskan sebagai operator telekomunikasi layanan gangguan PLN ULP Maros.

Ismail menambahkan, kejadian kemarin tidak ada sangkut pautnya dengan tugasnya sebagai tenaga kontrak atau outsourcing PLN, dan murni urusan pribadi pelaku.

PLN Minta Vendor Beri Tindakan Tegas ke Pelaku Pembullyan

Meski begitu, Ismail mengatakan, PLN sangat menyayangkan dan perihatin atas kejadian ini, dan memastikan bahwa PLN akan memberikan tindakan tegas kepada vendor yang mempekerjakan yang bersangkutan.

Ia berharap, dengan adanya kejadian ini seluruh pegawai PLN dan mitra kerja PLN untuk selalu menjaga sikap dan perilaku, baik di area kantor maupun di luar lingkungan masyarakat serta tetap bekerja secara maksimal untuk menjaga pasokan listrik di tengah pandemi.

Sekadar diketahui, awalnya pelaku diamankan di Mapolsek Ma’rang. Namun karena banyak warga dan juga keluarga korban yang berkumpul di Polsek, pelaku kemudian dibawa ke Polres Pangkep untuk diproses lebih lanjut.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT