73 Perusahaan di Kota Makassar Terdampak Corona, Ribuan Karyawan Mulai Dirumahkan
KABARMAKASSAR.COM | 08/04/2020 14:41
73 Perusahaan di Kota Makassar Terdampak Corona, Ribuan Karyawan Mulai Dirumahkan

KabarMakassar.com — Kota Makassar menjadi episenter penyebaran virus Corona (Covid-19 ) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan data sebaran kasus Covid-19 yang dirilis di laman https://covid19.sulselprov.go.id/, hingga Selasa (7/4), dari total 122 kasus positif Covid-19 di Sulsel, 76 diantaranya berada di Kota Makassar.

Hal ini sangat berdampak pada kondisi sosial-ekonomi warga Makassar, khususnya bagi mereka yang bekerja di sektor informal.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar, sejak mewabahnya Covid-19 hingga saat ini, sudah lebih dari 70 perusahaan di Kota makassar yang terpaksa menghentikan sementara kegiatan operasional dan merumahkan karyawannya.

“Ada 73 perusahaan dengan total karyawan yang dirumahkan itu sebanyak 4.295 orang,” kata Kepala Disnaker Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan melalui video conference, Selasa (7/4) malam.

Menurut Irwan, dari total 73 perusahaan terdampak pandemi Covid-19 tersebut, 70 sampai 80 persen diantaranya berasal dari sektor perhotelan dan pariwisata.

“Terbanyak itu memang perusahaan perhotelan dan pariwisata. Persentasenya itu 70 sampai 80 persen. Selain itu perusahaan travel, rumah makan, dan beberapa sektor usaha lainnya. Bahkan ada perusahaan besar yang jumlah karyawannya 1.500 orang itu, semua dirumahkan. Jadi memang dampak Covid-19 ini luar biasa,” ujarnya.

Terkait perhatian dalam bentuk kebijakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kepaada para pekerja yang dirumahkan tersebut, Irwan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar, agar para pekerja tersebut juga bisa dimasukkan dalam daftar penerima bantuan sembako bagi warga terdampak Covid-19.

“Kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan menyampaikan data-data pekerja yang terdampak pandemi Covid-19 ini, untuk bisa dimasukkan dalam daftar penerima bantuan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengatakan, Pemkot Makassar rencananya hari ini akan mulai membagikan puluhan ribu paket sembako untuk warga terdampak pendemi Covid-19 yang ada di wilayahnya.

Menurut Mukhtar, ada beberapa kriteria atau kategori warga yang bisa atau akan menerima bantuan ini. Diantaranya: buruh bangunan/pekerja harian, supir angkutan anak sekolah, pekerja restoran, wartawan/petugas media, karyawan hotel, pekerja warung, toko kecil, pedagang asongan, ojek online, pekerja informal, pemulung, difabel, jasa parkir, tukang becak, dan beberapa kriteria lainnya.

“Kita juga berkoordinassi dengan Dinas tenaga Kerja untuk data jumlah pekerja yang terdamak Covid-19 yang memenuhi kriteria untuk diberikan bantuan,” kata Mukhtar.

Pihaknya, kata dia, akan memastikan tak ada warga yang menerima bantuan double. Termasuk warga yang sudah masuk dalam daftar penerima bantuan Program keluarga Harapan (PKH).

“Petugas kita di lapangan masih terus melakukan pendataan. Termasuk kita juga menerima data dari personel TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas). Nanti bantuan ini akan disalurkan dengan cara diantar langsung ke rumah penerima. Kita juga akan libatkan personel TNI-Polri untuk penyaluran bantuannya,” ujarnya.

Menurut Mukhtar, bantuan yang akan dibagikan tersebut berasal dari sumbangan pihak swasta (Yayasan Budi Luhur Keluarga Tionghoa), yakni sebanyak 15 ribu paket sembako, 1 ton mie instan dari perusahaan Jepang, dan 60 ribu paket sembako yang anggarannya berasal dari APBD Kota Makassar.

“Untuk bulan ini, ada bantuan dari donatur sebanyak 15 ribu paket sembako yang akan kita bagikan melalui Polsek dan Koramil di kecamatan-kecamatan di Kota Makassar. Ada 8 Koramil dan 7 Polsek. Paket bantuan ini akan dibagi untuk 1.000 KK di masing-masing kecamatan. Selain itu, pemkot juga menyiapkan bantuan sebanyak 60 ribu paket sembako yang dananya bersumber dari APBD Kota Makassar,” katanya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT