Ijtima Asia 2020 di Gowa Dibatalkan, Peserta WNA Diisolasi di Salah Satu Hotel di Makassar
KABARMAKASSAR.COM | 19/03/2020 13:00
Ijtima Asia 2020 di Gowa Dibatalkan, Peserta WNA Diisolasi di Salah Satu Hotel di Makassar

KabarMakassar.com — Ijtima Asia 2020 yang sedianya digelar Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa pada 19-22 Maret 2020, resmi dibatalkan.

Panitia pelaksana Ijtima Asia 2020 pun telah sepakat untuk mempercepat proses pemulangan ribuan jemaah tabligh (peserta) dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara lain yang saat ini masih berada di lokasi acara.

Sambil menunggu jadwal pemulangannya, para peserta tersebut untuk sementara akan diisolir. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulsel telah menyiapkan dua tempat sebagai lokasi untuk mengisolir para peserta Ijtima Asia 2020 itu.

“Untuk peserta Ijtima dari luar negeri, kita siapkan tempat yang layak di salah hotel di Makassar. Untuk peserta dari provinsi di luar Sulsel, kita siapkan Asrama Haji Sudiang, sambil menunggu jadwal kepulangan mereka ke daerahnya masing-masing. Kita juga akan antar mereka nanti ke pelabuhan atau bandara kalau sudah mau pulang,” kata Nurdin dalam konferensi pers di Kantor Camat Bontomarannu, Kabupaten Gowa, usai melakukan pertamuan bersama Forkopimda Sulsel dan Dewan Syuro Jemaah Tabligh, Kamis (19/3) pagi.

Sementara untuk pemulangan peserta yang berasal dari kabupaten/kota di wilayah Sulsel, Nurdin mengaku telah berkoordinasi dengan para kepala daerahnya masing-masing.

“Kita siapkan angkutan bus (untuk dipulangkan), dan sudah dikoordinasikan dengan para bupati dan walikota. Kita minta mereka diisolir di daerahnya masing-masing selama 14 hari,” terangnya.

Sementara, Dewan Syuro Jemaah Tabligh, Ali Yubra mengatakan, pihaknya telah sepakat untuk mengikuti imbauan pemerintah agar membatalkan pelaksanaan Ijtima Asia 2020.

“Kami juga telah membatalkan kedatangan sejumlah ulama dari Banglades. Kita akan mempercepat proses kepulangan orang asing (WNA) yang saat ini sudah ada di lokasi acara. Untuk sementara, mereka akan kita isolir dan siapkan tenaga medis. Sedangkan untuk peserta lokasl (WNI), akan pulang secara berangsur ke daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurut Ali, peserta dari luar negeri yang saat ini sudah berada di lokasi acara di Ponpes Darul Ulum di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, adalah WNA yang sudah ada di Indonesia sejak dua hingga tiga bulan lalu. “Selama ini mereka melaksanakan dakwah keliling,” ujarnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan pengakuan panitia pelaksana Ijtima Asia 2020, secara keseluruhan peserta yang sudah hadir di lokasi acara jumlahnya lebih dari 10.000 orang.

“Kalau dari luar negeri ada sekitar 400-an orang lebih. Ini saja sudah berkurang dari estimasi sebelumnya yakni sekitar 1.000 orang (dari luar negeri). Tapi yang mendominasi peserta dari dalam negeri ji yang banyak,” ungkap salah seorang panitia Ijtima Asia 2020, Mustari Burhanuddin, Rabu (18/3) malam.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT