15 ABK dan 47 Penumpang Kapal Pesiar MV Coral Adventurer Dipulangkan ke Australia
KABARMAKASSAR.COM | 13/03/2020 16:01
15 ABK dan 47 Penumpang Kapal Pesiar MV Coral Adventurer Dipulangkan ke Australia

KabarMakassar.com — Sebanyak 15 orang kru (ABK) dan 47 orang penumpang Kapal Pesiar MV Coral Adventurer yang sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Kamis (12/3) pagi tadi, dipulangkan ke negaranya (Australia) melalui jalur udara.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, A Pallawarukka mengatakan, 62 warga negara Australia itu dipulangkan menggunakan pesawat carteran yang didatangkan oleh Pemerintah Australia.

“Ini inisiatif pemerintah Australia bagi warga negaranya yang ingin pulang ke sana. Dia membawa pesawat carter untuk menjemput warga di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar,” kata Pallawarukka, Kamis (12/3).

Menurut Pallawarukka, pihak imigrasi memberikan izin 62 WNA asal Australia itu untuk melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar karena sebelumnya mereka telah dinyatakan clear atau negaatif Virus Corona (Covid-19) oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Makassar.

“Mereka kan sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan bahwa tidak ada atau negatif Corona, sehingga tidak perlu dilakukan misalnya observasi. Kita izinkan mereka diberangkatkan yang penting ada rekomendasi dari pihak karantina kesehatan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Lalu lintas Angkutan laut, Operasi dan Tata Usaha Kepelabuhanan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Sirajudin mengatakan, ada pergantian kru dan penumpang di Kapal MV Coral Adventurer saat bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

“Ada 47 penumpang dan 15 ABK MV Coral Adventurer yang dipulangkan ke Australia, tapi ada juga 15 kru pengganti dan 43 orang penumpang baru yang naik dan ikut berlayar di kapal tersebut,” kata Sirajuddin.

Sekadar diketahui, saat ini kapal pesiar berbendera Australia itu sudah berlayar meninggalkan Pelabuahn Soekarno-Hatta Makasar. Sebelumnya bersandar di Makassar, Kapal MV Coral Adventurer ini sempat ditolak untuk bersandar di Poalopo dan Bulukumba.

Di Makassar sendiri, kapal tersebut baru diizinkan bersandar setelah sebelumnya tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Makassar melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh ABK beserta penumpangnya, dan dinyatakan clear atau negatif COVID-19 maupun infeksi menular lainnya yang dapat membahayakan masyarakat setempat.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT