Ayah Berniat Menikahi Putrinya, MUI Takalar: Harus Dicegah, Haram
KABARMAKASSAR.COM | 18/12/2019 16:15
Ayah Berniat Menikahi Putrinya, MUI Takalar: Harus Dicegah, Haram

KabarMakassar.com-- Entah setan apa yang merasuki benak, pria lansia bernama Taruddin Daeng Tompo (50) warga Dusun Ballaparang Desa Galesong Kabupaten Takalar yang tega menggauli anak kandungnya bernisial BG (15) hingga hamil enam bulan. Bahkan parahnya, pria bejat itu ingin berniat menikahi putrinya tersebut.

Hal tersebut dikatakan Taruddin Daeng Tompo saat ekspose kasus ini di Polres Takalar, Rabu, 11 Desember 2019 lalu. Kepada polisi, Tarruddin berniat ingin menikahi putri kandungnya itu jika diizinkan. Terkait akan hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Takalar pun angkat bicara.

BACA: Wabup Sidrap Imbau Masyarakat Perkuat Toleransi

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, H Hasid Hasyim Palagai, mengatakan mengatakan pernikahan dengan anak kandung atau sedarah itu hukumnya haram.

"Iya yang jelas ini hukumnya haram. Karena anak kandung itu adalah salah satu orang yang tidak bisa dinikahi. Dikarenakan ini termasuk pernikahan sedarah yang dilarang dalam agama Islam,” jelasnya.

Hasid Hasyim Palagai menambahkan, Insiden ayah hamili anak kandung sendiri telah menjadi aib besar khususnya di Kabupaten Takalar dan tentunya ini sangat sayangkan sebagai seorang ayah kepada putrinya sendiri.

“Tentunya ini sudah menjadi aib, khususnya di Kabupaten Takalar dan sangat menyayangkan segaris bapak adalah pelindung bagi anaknya dan menjaganya dengan terhormat dari segala gangguan malah dia sendiri yang tega melakukan tindakan tak terpuji kepada putrinya, ini sungguh tak manusiawi,” terangya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pernikahan sedarah tidak akan diakui di Indonesia. Dari segi medis pun disebutkan bahwa pernikahan sedarah berbahaya. MUI menganggap bila mana ada penghulu atau Imam yang menikahkan ayah kandung itu dengan putrinya maka sebaiknya dicegah.

“Jadi jelas  ini haram, jika mana kemudian hari ada imam atau penghulu yang berani menikahkan mereka berdua maka MUI Takalar akan tindak lanjut ke hukum dan dengan lantang kami berkata Haram dan sebaiknya cegah,” jelas Hasid.

Sebelumnya diberitakan, Inseden miris ini terjadi saat sang Ayah Taruddin telah memaksa putrinya untuk berhubungan badan hingga akhirnya hamil dan hendak ingin menikahinya setelah diringkus pihak aparat kepolisian karena membawa kabur anaknya dari rumah agar tidak diketahui perbuatan bejatnya oleh sang istri.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, Taruddin telah melakukan perbuatan bejat tersebut lebih dari sekali dan memberi ancaman kepada putrinya agar bebas melampiaskan nafsu bejatnya itu. Akibatnya, kini putrinya tersebut telah hamil 6 bulan. Kejadian senonoh itu pun akhirnya diketahui sang istri dan dilaporkannya kepada Polres Takalar.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT