Anton Tanam Mortir 10 tahun Lalu, Gegana Lakukan Evakuasi Bahan Peledak Itu
KABARMAKASSAR.COM | 06/12/2019 16:09
Anton Tanam Mortir 10 tahun Lalu, Gegana Lakukan Evakuasi Bahan Peledak Itu

KabarMakassar.com--  Warga Kelurahan Latuppa Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, dihebohkan dengan penemuan satu buah mortir yang ditemukan dalam sebuah perkampungan tepatnya diatas pergunungan. Untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, Jumat (6/12), Satuan Gegana Brimob Polda Sulsel turun langsung untuk mengamankan benda tersebut.

Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Brimob Polda Sulsel yang dipimpin langsung Komandan Batalyon Gegana Kompol Sahruna melakukan evakuasi dilokasi penemuan satu buah mortir tersebut.

BACA:Ternyata Sakit Kepala dan Pusing itu Tak Sama, Cek Bedanya

Dari informasi yang dihimpun, Mortir ini ditanam oleh seorang warga bernama Anton, sejak 10 tahun lalu, setelah ditemukan oleh salah seorang petani, Abduh Basaru alias Bapak Usu (47), warga setempat di pergunungan Kelurahan Latuppa.

Danyon Gegana Brimob Polda Sulsel Kompol Sahruna yang dikonfirmasi di lokasi mengatakan, pihaknya datang ke Palopo karena mendapat laporan dari pihak Polres Palopo terkait keberadaan barsng diduga mortir. “Setelah digali oleh anggota Gegana, mortir tersebut ditemukan. Selanjutnya kami ledakkan agar barang tersebut tidak membahayakan,” katanya.

Proses evakuasi ini dilakukan dengan cara menggali tanah yang diduga lokasi mortir. Evakuasi sempat memakan waktu karena, posisi mortir berada di dalam tanah dan di atasnya terdapat batu besar yang menutupi. “Jadi evakuasinya ini cukup memakan waktu dikarenakan posisi benda tersebut berada di dalam tanah yang tepat di atasnya tertutupi batu,” kata Kompol Sahruna.

Proses mengambilan mortir menjadi tontonan warga sekitar. Pihak kepolisian dari Polres Palopo sebelumnya sudah mengamankan lokasi dengan memasang police line. Tak lama kemudian, sebuah mortir yang telah berkarat berhasil ditemukan oleh pihak Gegana Brimob Polda Sulsel dibantu warga setempat.


BERITA TERKAIT