Jasad Ibu yang Dipeluk Anak Balitanya Selama 3 Hari Ditemukan Tergeletak di Kamar Mandi
KABARMAKASSAR.COM | 29/10/2019 16:18
Jasad Ibu yang Dipeluk Anak Balitanya Selama 3 Hari Ditemukan Tergeletak di Kamar Mandi
Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi balita yang 3 hari memeluk jasad ibunya di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Selasa (29/10). (IST).

KabarMakassar.com-- Warga Jalan Bontonompo, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang mayat perempuan yang sudah membusuk di rumah indekos, Senin (28/10) sore.

Belakangan diketahui, perempuan yang diketahui bernama Marni (39) tersebut sudah sekitar dua hari meninggal dunia.

BACA: SYL Dipanggil ke Istana, Ini Sosok Mantan Gubernur Sulsel

Saat ditemukan, seorang balita berusia 2 tahun berinisial EA terlihat memeluk mayat perempuan tersebut. Diketahui, balita perempuan itu adalah anak dari jenazah perempuan tersebut.

“Jadi, balita itu sudah sekitar dua hari tak sadar ibunya tak lagi ada. Dia hidup dan memeluk ibunya,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Dicky Sondani dalam keterangan tertulis yang didapat kabarmakassar.com, Senin malam.

Ia menuturkan, kasus itu bermula ketika aparat Polsek Tamalate mendapat laporan warga perihal penemuan mayat, Senin sore pukul 17.00 WITA.

Warga mencurigai bau busuk yang menyengat. Setelah diperiksa, bau busuk itu berasal dari rumah indekos korban. “Ketika polisi dan aparat setempat mendatangi rumah itu, begitu pintunya dibuka, anaknya langsung berdiri. Dia baik-baik saja,” kata dia.

Ia menuturkan, mayat Marni ditemukan tergeletak di kamar mandi. Soal penyebab kematiannya, masih dalam penyelidikan.

“Kami masih memeriksa sebab meninggalnya Marni. Berdasarkan KTP, Marni berasal dari Asmil Yonif Linud 433 Sambueja Kabupaten Maros. Sementara anaknya dalam perawatan tim dokter di RS Bhayangkara. Sudah ada kakak-kakaknya di sana,” kata dia.

Sementara itu, kondisi balita perempuan berusia 2 tahun yang 3 hari memeluk jasad ibunya itu masih dalam keadaan baik.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Pol dr Farid Amansyah mengungkapkan, meski tinggal selama berhari-hari bersama mayat ibunya, EA sama sekali tidak mengalami dehidrasi.

"Dia masih baik, tidak sakit walaupun hidup bersama mayat," kata Karumkit RS Bhayangkara Polda Sulsel Kombes Farid Amansyah saat dimintai konfirmasi oleh sejumlah Wartawan.

Lebih lanjut Farid mengatakan, EA saat ini sedang dipulihkan traumanya. Farid mengatakan, saat ini pihaknya menyediakan psikiater untuk memulihkan trauma EA yang kehilangan ibu.

BACA: Gubernur NA Ajak Pemuda Selesaikan Masalah dengan Dialog

“Kita tahu anak yang hidup bersama mayat itu ada traumanya, makanya kita bantu dengan pskiater," pungkasnya.

Diketahui, dari informasi yang dihimpun polisi, perempuan bernama Marni ini memang tinggal bersama satu anak perempuannya. Sedangkan suaminya sedang dinas.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT