Murid-murid Suku Kajang Belajar di SD Percontohan di Bulukumba yang Nyaris Ambruk
KABARMAKASSAR.COM | 17/10/2019 16:15
Murid-murid Suku Kajang Belajar di SD Percontohan di Bulukumba yang Nyaris Ambruk

KabarMakassar.com-- Sekolah Dasar Negeri (SDN) 351 yang merupakan salah satu sekolah yang terletak di kawasan Ammatoa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Nyaris ambruk , ironisnya sekolah tersebut merupakan  sekolah percontohan dari wisatawan yang berkunjung di kawasan adat amma toa.

Berdasarkan pantauan Kabar Makassar dua ruangan kelas di SD 351 Kawasan Amma Toa Kajang Kecamatan Kajang Bulukumba kondisinya nyaris ambruk. Bahkan atap plafon ruang kelas tersebut sudah banyak yang jatuh. Selain atap plafon yang rusak, kondisi bangunan juga sudah banyak yang retak-retak, kuseng jendela pun banyak hancur karena dimakan rayap sehingga membuat kaca jendela banyak yang jatuh.

BACA: Jen Tang Buronan Kasus Korupsi Ditangkap

Akibat dari kondisi tersebut,  tentunya akan berdampak pada proses belajar mengajar para siswa dan guru yang berujung pada proses pembelajaran yang tidak efektif.

Kepala Sekolah, H Hasanin mejelaskan bahwa kondisi kerusakan sekolah tersebut  sudah lama terjadi namun tak kujung ada perbaikan, dari pemerintah. “Ini sebenarnya lama rusak namun sayangnya pemerintah belum ada tindakan sampai sekarang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasanin juga menambahkan sekolah ini di bangun pada  1992 dan selama itu hanya sekali mendapatkan rehab pada 2008 untuk beberapa ruang kelas saja, sementara ruangan kelas lainnya yang tidak direhab kondisinya sudah tidak bisa lagi digunakan.

“Jadi jika musim hujan nanti perpustakaan sekolah kami mungkin tidak bisa digunakan lagi karena plafon perpustakaan sudah mau ambruk dan sewaktu-waktu dapat membahayakan dan menimpa siswa,” ujarnya.

Ia juga berharap, pemerintah memperhatikan sekolah tersebut apalagi sekolah ini sebagai sekolah percontohan di Bulukumba. “Kami berharap pemerintah dapat segera memperhatikan sekolah kami, apalagi sekolah ini merupakan salah satu sekolah percontohan dari wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin melihat proses pembelajaran di kawasan adat Ammatoa,  karena  mereka mau lihat anak-anak suku Kajang seperti apa disini, cara seragam siswanya yang berbeda dengan seragam siswa di sekolah lain pada umumnya,” katanya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT