Polisi Ciduk Pemuda di Takalar yang Bikin Status Hasutan ke Jokowi
KABARMAKASSAR.COM | 02/10/2019 19:43
Polisi Ciduk Pemuda di Takalar yang Bikin Status Hasutan ke Jokowi
Pelaku Akun Medsos Penghina Presiden Jokowi Menjalani Pemeriksaan Tipiter Reskrim Polres Takalar.

KabarMakassar.com-- Beredar status akun yang menghina Presiden Indonesia Joko Widodo di salah satu grup medsos Facebook “Kabar Takalar”, akhirnya diciduk polisi dalam kurung waktu 24 jam usai posting kalimat penghinaan di akun medsos Facebook bernama Syarif Mis Ppcd.

Tim Buser Polsek Galesong Utara bekerjasama Tim Hantu Malam Resmob Polres Takalar, mengejar akun milik pelaku dan tak butuh waktu lama akhirnya berhasil diringkus dirumah pelaku di Desa Tanrara Kabupaten Gowa.

BACA: Innalillahi, Mantan Gubernur Sulsel Zainal Basri Palaguna Meninggal Dunia

Pasalnya, status akun Facebook-nya kini telah lenyap, namun unggahan Syarif Mis Ppcd telah beredar dan sudah dilihat serta dishare orang dengan ratusan komentar netizen.

Kendati demikian, saat pelaku bernama Syarif (18) diringkus polisi di kediamanannya tidak dapat berkutik hanya saja sempat melakukan pembelaan di hadapan petugas kepolisian, namun pihak kepolisian tak mengindahkan alasan pelaku.

Saat dikonfirmasi, pihak pelaku mengatakan bahwa dirinya lantaran emosi, geram dengan adanya revisi Undang-Undang (UU). Akibatnya pelaku  memposting kalimat “Bagi Mahasiswa Setuju Gak Kalo Jokowi Dibunuh Dan Dibakar”.

Kapolres Takalar, AKBP Gany Alamsyah Hatta, menuturkan, “Pelaku sudah ditangkap dan berada diruang Tipiter Reskrim menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui apa motif posting hujatan ke Presiden Joko Widodo,” katanya Rabu 2 Oktober 2019.

Gani menambahkan, postingan pelaku di medsos sungguh tak beretika dan mengandung provokasi dan sebar ujaran kebencian apalagi hingga hendak mengacam melakukan pembunuhan kepada Presiden.

“Postingan tersebut sangat tidak beretika dan mengandung provokasi serta sebar ujaran kebencian apatah lagi melakukan pengancaman pembunuhan kepada Presiden,”tambahnya.

BACA: Mahasiswa Unras Tuntut Kalapas Takalar Dicopot

Selain itu, Kapolres Takalar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama yang tinggal di Takalar agar tidak memposting atau membuat pernyataan-pernyataan di media sosial yang dapat menimbulkan rasa kebencian bagi masyarakat yang lain.

"Silakan gunakan medsos namun dengan santun, jangan menyebar suatu hal yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," Pungkasnya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT