Lakukan Penipuan dengan Hipnotis, 2 WNA asal Iran Dideportasi Imigrasi Parepare
KABARMAKASSAR.COM | 01/10/2019 13:07
Lakukan Penipuan dengan Hipnotis, 2 WNA asal Iran Dideportasi Imigrasi Parepare

KabarMakassar.com -- Imigrasi kelas II Parepare akan melakukan deportasi dan penangkalan dua warga negara asing (WNA) asal Iran yang terbukti melakukan tindak pidana penipuan dengan modus hipnotis, Minggu (29/9/2019). Dua WNA itu telah menjalani putusan hakim pengadilan negeri Tana Toraja yang telah inkrah yaitu hukuman penjara selama dua bulan potong masa tahanan di Rutan Kelas II Makale.

Kedua warga negara asing yang diketahui bernama Behzadhossein Roushandel dan Rahim Roushandel. Indra Gunawan Mansur, selaku kepala seksi intelejen dan keimigrasian (kasi inteldakim) mengungkapkan kedua Warga Negara Asing asal Iran itu awal ke Indonesia pada 16 Juni lalu.

BACA: Kisah Haru Sehidup Semati Kakek Nenek Meninggal Selang 12 Jam

Indra juga mengungkapkan tujuan WNA itu berkunjung ke Toraja untuk menghadiri Toraja Internasional Festival 19 sampai 21 Juli 2019.

Adapun aksi kejahatan yang mereka lakukan, kata Indra yaitu dengan berpura-pura belanja di sebuah toko, kemudian membawa kabur atau mencuri uang milik korban. "Tindak pidana kejahatan dengan modus hipnotis seperti ini yang dilakukan WNA itu sebelumnya telah ditemukan di beberapa kota seperti tabanan, Bali, Denpasar, Pacitan Jawa Tengah dan terakhir di Kota Makale, Tana Toraja," ucapnya saat konferensi pers, Sabtu (28/9).

"Tak hanya dideportasi, dua WNA ini juga tidak diperkenankan berkunjung ke Indonesia dalam jangka waktu selama dua tahun," lanjut Indra.

Deportasi itu dilakukan dengan pengawalan tiga petugas imigrasi dipimpin langsung oleh Kasubsi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II Parepare, Abdul Rahman. "Selanjutnya, diterbangkan menuju Teheran transit di Istanbul selama 4,5 jam menggunakan pesawat Turkish Airlines pada pukul 21.00 WIB," kata Abdul Rahman.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT