Jangankan Dampak Kabut Asap, Efek Asap Bakar Sampah Saja Sudah Bahaya bagi Kesehatan
KABARMAKASSAR.COM | 18/09/2019 12:21
Jangankan Dampak Kabut Asap, Efek Asap Bakar Sampah Saja Sudah Bahaya bagi Kesehatan
Ilustrasi Kabut Asap. shutterstock.com

KabarMakassar.com-- Efek asap bakar sampah saja sudah bahaya bagi kesehatan, apalagi dampak kabut asap yang dihirup warga terdampak kabut asap jarhutla khususnya di Kalimantan dan Sumatera. Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah atau TPAS Antang beberapa hari yang lalu, masih menimbulkan kabut asap di beberapa wilayah di Kota Makassar. Bahkan pagi tadi kabut asap menutupi beberapa Wilayah seperti Jl. Hertasning, Jl. peritis kemerdakaan, Tamangapa raya, Antang dan masih banyak lagi tempat yang mengalami dampak dari kebakaran TPA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim KabarMakassar.com, guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Prof. Dr. dr. H.M Alimin Maidin., MPH mengatakan bahwa asap pembakaran plastik memiliki dampak yang sangat besar bagi kesehatan Manusia.

BACA: Pemprov Sulsel akan Hibahkan Masjid Al Markaz

"Jadi kebakaran hutan saja itu dampaknya sangat besar terutama untuk kesehatan pernapasan ataupun paru-paru apalagi kalau TPA yang tentunya di sana ada segala macam barang" ungkap  Alimin Maidin saat di temui di gedung FKM Unhas, (17/09). Pasalnya akibat partikel-partikel yang dihasilkan oleh pembakaran sampah plastik dapat memberikan gangguan pernapasan khususnya pada paru-paru manusia.

"Barang yang bisa menghasilkan debu-debu halus yang terbakar yang bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan gangguan pernafasan bahkan bisa menyebabkan kematian kalau misalnya orang memang sudah punya penyakit paru susah bernafas bisa mempercepat kematian,” ujarnya

Tak hanya itu asap pembakaran yang mengandung Karbon Monoksida (KM) juga dapat memberikan dampak negatif pada mata manusia. "Pembakaran plastik itu karbondioksidanya sangat berbahaya,  kalau kenna asap itu bisa iritasi mata yang paling ditakutkan sebagi dampak dari asap kebakaran TPA ini bagi anak-anak dan dewasa terutama anak-anak adalah dapat menyebabkan terkena penyakit bronkitis dari debu-debu yang terkandung pada asap kebakaran sampah ini," katanya.

Ia juga menambahkan mengenai solusi untuk menghindari penyakit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) ini adalah dengan menggunakan masker. "Tipisnya itu untuk pencegahan dini untuk menghindari infeksi saluran pernafasan yah dengan menggunakan masker harus pakai masker kemudian masyarakat harus mengawasi supaya bagaimana caranya tidak terjadi kebakaran atau bagaimana caranya asapnya itu kalau ada pembakaran saat itu tidak masuk ke dalam rumah" tambahnya.

Bahkan menurutnya pemerintah perlu menyiapkan pengungsian untuk warga yang paling dekat dengan lokasi khususnya bagi Balita. "Untuk masyarakat yang memiki balita sebaiknya diungsikan terlebih dahulu. Kalau bisa pindahan lah karena kalau tidak kasian bahaya susah balita suruh pakai masker jadi mungkin bagaiman caranya pemerintah tangani itu misal pemerintah berikan kebijakan bahwa yang punya balita diberikan tempat penampungan sementara" katanya.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT