KabarMakassar.com akan Usulkan JK Sebagai Penerima Nobel Perdamaian
KABARMAKASSAR.COM | 23/02/2018 11:28
KabarMakassar.com akan Usulkan JK Sebagai Penerima Nobel Perdamaian

KabarMakassar.com---Salah satu putra terbaik Sulawesi Selatan, Jusuf Kalla dianggap layak menjadi nominator penghargaan bergengsi di dunia, Nobel Perdamaian.

Diketahui setiap tahunnya Komite Nobel Norwegia mengumumkan penerima Penghargaan Nobel Perdamaian sebagai salah satu dari lima Penghargaan Nobel yang dibuat oleh industrialis, penemu, dan produsen persenjataan Alfred Nobel.

Redaksi KabarMakassar.com, members PT Kabar Grup Indonesia, memutuskan akan mengusulkan Jusuf Kalla atau yang dikenal dengan JK, layak menjadi nominator penerimah Penghargaan Nobel Perdamaian.

“KabarMakassar.com akan mengusulkan Pak JK sebagai salah satu satu nominator nobel.Sebagai lembaga media kami akan mecoba mencari cara gimana agar usulan kami diterima oleh panitia nobel,” kata Pemimpin Redaksi KabarMakassar.com Hendra Nick Arthur di Makassar hari ini, Kamis (22/02/2018).

Hendra mengatakan, pihak redaksi memutuskan akan mengusulkan pak JK setelah ia mendapat kabar JK menerima gelar kehormatan dari Jepang.Panel redaksi yang terdiri dari sejumlah editor, dan jurnalis dan jaringan Kabar grup Indonesia di berbagai wilayah di Indonesia mengambil inisitaif itu atas pertimbangan ketokohan JK sebagai Bapak Perdamaian Bangsa.

"Setelah menerima gelar doktor honoris causa (HC) dari Universitas Hiroshima, Jepang, Jusuf Kalla sudah tidak diragukan lagi sepak terjang dalam hal perdamaian dunia," ungkap pria yang kerap disapa Hendra ini.

Hendra menjelaskan gelar dan penghargaan yang diterima oleh JK cukup untuk membuktikan bahwa Indonesia sesungguhnya negara yang cinta damai.

“Kami belum berkomunikasi dengan Pak Jk soal ini, tapi tim Kabar Grup Indonesia akan mencoba membentuk tim soal prosedur pengusulan itu ke panel nobel di norwegia,” katanya.

JK sendiri saat menerima penghargaan gelar doktor kehormatan menjelaskan perdamaian adalah suatu unsur untuk mencapai kesejahteraan suatu bangsa. Setiap konflik, pada masa lalu dan masa sekarang, seperti yang terlihat di banyak bagian di dunia ini, telah menimbulkan kehancuran dan kemiskinan suatu bangsa.

Hendra menambahkan gelar kehormatan yang diterima JK, sesungguhnya adalah pengakuan dunia internasional, atas sosoknya yang selama ini menjadi inisiator sejumlah konflik di berbagai wilayah di Indonesia, dan Asia.

"Redaksi KabarMakassar.com sendiri mencatat, hingga saat ini, JK telah menerima lima gelar Doktor HC di bidang perdamaian dari sejumlah kampus di tanah air dan luar negeri," ungkap Hendra di Kantor Redaksi KabarMakassar.com.

Penghargaan yang ditelah diterima JK antara lain berasal dari Universitas Malaya di Malaysia tahun 2007, Universitas Soka di Jepang tahun 2009, Universitas Pendidikan Indonesia di tahun 2011, Universitas Brawijaya di Tahun 2011, Universitas Indonesia di tahun 2013, Universitas Unsyiah Kuala di tahun 2015, Universitas hasanuddin di tahun 2016, Universitas Andalas di tahun 2016, Universitas Alauddin di tahun 2018, dan Terakhir Universitas Hiroshima di Jepang pada tahun 2018.

Pada Tahun 2017, Nobel Perdamaian jatuh kepada The International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) atau Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir atas usahanya dalam menciptakan perdamaian dunia tanpa nuklir ditengah ancaman perang dari berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Korea Utara.

Nobel Perdamaian diperuntukkan bagi individu maupun lembaga yang telah memberikan upaya terbesar dan terbaik mereka demi persaudaraan antar bangsa, penghapusan atau pengurangan penggunaan senjata, juga kampanye kongres perdamaian.

"Menilik atas jejak rekam dan pengakuan berbagai pihak baik dalam dan luar negeri, JK memang pantas dinominasikan dan sebagai salah seorang yang layak menerima hadiah Nobel Perdamaian. Semoga," papar Hendra. (*)

Penulis Muhammad Fajar Nur


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT