Nurdin Abdullah Bantah Soal Adanya Dana Rekanan Senilai Rp 10 Milliar
KABARMAKASSAR.COM | 12/07/2019 13:31
Nurdin Abdullah Bantah Soal Adanya Dana Rekanan Senilai Rp 10 Milliar

KabarMakassar.com -- Dituding oleh mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel Jumras akan adanya bantuan Rp10 miliar dari pengusaha kontraktor kepadanya pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 lalu. 

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyebut tudingan yang diarahkan kepadanya tidak masuk akal karena pengusaha yang disebut-sebut justru mendukung kandidat lain di Pilkada Sulsel 2018.

Nurdin juga mengatakan jika pihak keluarganya akan melakukan pernyataan yang diungkapkan di publik oleh mantan kabironya tersebut. 

Baca juga: Legenda PSM Ali Baba Tutup Usia

"Biarlah keluarga yang melaporkan bukan saya" ucap Nurdin Abdullah, Kamis 911/7).

Menurutnya keluarga besar Nurdin Abdullah merasa tersinggung dan komplain terkait pernyataan Jumras yang disampaikan di sidang hak angket yang dilakukan oleh anggota DPRD Sulawesi Selatan yang lalu.

"Jadi kalau saya sih.. tidak ada masalah, keluarga besar kita yang komplain dan tentu ini harus diselesaikan," tambahnya.

Sementara saat terkait kapan ia akan melakukan pelaporan belum ia tahu persis, "Tunggu saja nanti," tambah Nurdin Abdullah.

Menurutnya pengakuan mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, dirinya tidak pernah terlibat dan menerima dana rekanan oleh pengusaha manapun. "Saya dari periode pertama jadi Bupati sampai periode kedua, gak ada kontraktor yang bantu saya, gak ada" ujarnya.

Pasalnya kontraktor yang disebut oleh mantan kepala Dinas Bina Marga Jumras adalah orang-orang yang tidak mendukung Nurdin Abdullah dalam pemilihan Gubernur yang lalu.

"Yang disebut itu bukan dukung saya, masuk akal gak bantu saya?" tutupnya.

Sebelumnya Jumras juga mengaku pernah ditekan oleh oknum pengusaha yang meminta proyek, dengan mengungkit bantuan dana untuk Nurdin. Adapun Jumras dicopot oleh Nurdin karena disebut meminta 'fee' kepada kontraktor.

KabarMakassar.com


BERITA TERKAIT