Banjir Besar di Gowa, 6 Warga Meninggal
KABARMAKASSAR.COM | 23/01/2019 13:00
Banjir Besar di Gowa, 6 Warga Meninggal

KabarMakassar.com -- Pemerintah Kabupaten Gowa melaporkan jika ada 6 warganya yang meninggal dampak dari banjir dan longsor yang terjadi pada hari ini, Selasa (22/1). Hal tersebut terkait dengan meluapnya air sungai Jeneberang di Bendungan Bili-bili.

Bupati Gowa, Adnan Purichta mengungkapkan rasa duka yang mendalam akan musibah bencana alam yang terjadi hari ini, ia terus berupaya melakukan evaluasi dan memberikan bantuan segera kepada korban banjir dan longsor.

BACA JUGA: Wagub Sulsel Tinjau Kondisi Jembatan Kembar Gowa

"Kita berduka cita atas adanya korban meninggal dalam musibah bencana alam ini. Kita terus berupaya melakuan evakuasi dan membantu warga yang terdampak banjir," ujar Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Tingginya elevasi air di bendungan Bili-bili dikabarkan mencapai angka di atas 101,36 meter itu membuat pengelola waduk harus membuka pintu air. Hal tersebut pula yang membuat beberapa wilayah dataran rendah terdampak banjir dan longsor.

Untuk diketahui jika dibukanya  pintu air agar bendungan tidak jebol akibat semakin tingginya elevasi air. Namun Ketika pintu air dibuka, air langsung meluap dan merendam rumah warga.

BACA JUGA: Gubernur Pimpin Doa untuk Korban Banjir Gowa di Luwu

Berikut korban meninggal, Akram al yusran pangkabinanga BTN Zigma umur 3 tahun, Rizal Lisantrio 48 tahun BTN Batara Mawang tersengat listrik, dua di belakang pasar sapaya Kecamatan Bungaya Sarifuddin, Daeng Baji, 1 bayi belum teridentifikasi, 2 korban longsor belum teridentifikasi.

Dikabarkan pula jika korban luka 4 orang Di Kecamatan Manuju, Bontomarannu dan Pallangga 2, Korban Hilang 10 orang, Kecamatan Bungaya 2, Tinggimoncong 1, Dan Kecamatan Manuju 7 orang.

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT