Brand Pariwisata Sulsel Diluncurkan
KABARMAKASSAR.COM | 07/01/2019 10:10
Brand Pariwisata Sulsel Diluncurkan
Identitas brand pariwisata Sulawesi Selatan.

KabarMakassar.com -- Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Badan Promosi pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel akan melakukan launching identitas brand pariwisata Sulawesi Selatan sebagai energi baru kepariwisataan Sulsel di masa yang akan datang.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan, H. A. Musaffar Syah mengatakan logo atau simbol dalam sebuah brand daerah menjadi bagian yang cukup krusial dalam upaya promosi pariwisata Sulsel ke luar dan dalam negeri. 

BACA JUGA: Menelisik Parang Khas Toraja Di Sentra Logam Pande Besi Labo'

"Logo atau simbol yang akan di launching ini sudah mendefinisikan kekuatan dari sebuah destinasi daerah di Sulsel melalui sebuah tampilan visual, seperti keindahan alam destinasi tersebut, monumen terkenal, keunikan tradisi, dan lain-lain," ujarnya.

Tidak hanya berupa gambar, lanjutnya namun jenis tulisan dan warna tulisan juga termasuk ke dalam Brand Logos (and symbols).

BPPD Sulsel, lanjutnya akan bersama Pemprov Sulsel merancang strategi promosi sekaligus sosialisasi portofolio brand baru Sulsel ini sebagai identitas logo dalam melakukan kegiatan promosi kepariwisataan daerah.

Simak video : Pemprov Sulsel Launching Logo Baru

Sementara itu Direktur Eksekutif BPPD Sulsel, Hendra Nick Arthur mengungkapkan peluncuran brand baru Sulsel ini juga dirangkaikan dengan Refleksi Pariwisata Sulsel 2018 dan Outlook Sulsel 2019 sebagai bentuk rekomendasi penggunaan secara resmi brand baru Sulawesi Selatan di tahun depan.

"Sudah lama kami ingin melakukan promosi daerah. Logo pariwisata Sulsel ini yang kami tunggu-tunggu. Karena ini yang akan menjadi trigger brand image Sulsel di 2019 mendatang. Kawan-kawan unsur media yang menjadi officer diskusi publik sudah siap mensosialisasikan brand baru Sulsel ini," ujarnya.

Kegiatan ini, lanjutnya telah memperoleh dukungan dari sejumlah tokoh penting kepariwisataan Sulsel yang saat ini berada di posisi unsur pengambil kebijakan BPPD Sulawesi Selatan. 

Hal sama juga disampaikan Ketua Panitia Lokarancang Identitas Brand Sulsel, Bobby mengatakan kompetisi identitas ini adalah model penetapan identitas yang populer karena efisien, namun terbukti tidak efektif karena berhasil spekulatif. 

Bersama Desain Grafis Indonesia (DGI), Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), dan Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual (AIDIA) dalam kegiatan Lokarancang Identitas Brand Pariwisata Sulawesi Selatan. 

kegiatan ini bertujuan untuk menetapkan rancangan identitas brand pariwisata Sulawesi Selatan lewat penyelenggaraan Lokakarya Merancang yang melibatkan peserta terpilih (pelaku kreatif putra/i daerah), pemangku kepentingan (Pemerintah Provinsi, Kementerian Pariwisata), dan asosiasi profesional desain grafis Indonesia. 

"Peserta lokakarya sebanyak 10 orang dipilih oleh panitia lewat seleksi portofolio dan ‘pernyataan visi’ mereka untuk pariwisata dan provinsi Sulawesi Selatan," ujarnya

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT