Mengenal Sina Beranti Muncul di Uang Pecahan Rp 75 Ribu
SOLOTRUST.COM | 20/08/2020 19:25
Mengenal Sina Beranti Muncul di Uang Pecahan Rp 75 Ribu

Solotrust.com- Pemerintah Indonesia pada Senin (17/8/2020) lalu meluncurkan uang baru bernilai Rp.75.000 dengan jumlah terbatas. Peluncuran uang pecahan baru tersebut dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun.

Salah satu gambar foto yang menampilkan beberapa anak memakai baju adat dan terdapat dalam mata uang pecahan Rp.75.000 tersebut, sempat menjadi kontroversi di dunia maya oleh beberapa warganet, sebab salah satu anak disangka menggunakan baju daerah dari Negeri Tirai Bambu, namun sangkaan itu ternyata keliru karena baju tersebut merupakan pakaian adat Suku Tidung Ulun Pangu Kalimantan Selatan.

Akun instagram @budayasaya yang merupakan akun resmi dari Direktorat Jenderal Kemndikbud RI menjelaskan tentang baju adat tersebut lewat unggahannya pada Selasa (18/8/2020).

"Pakaian adat yang muncul di pecahan uang Rp 75.000 ini merupakan pakaian pernikahan khas masyarakat Suku Tidung Ulun Pagun yang berasal dari Kalimantan Selatan bernama Sina Beranti." tulis caption pada akun isntagram @budayasaya.

"Pakaian yang dikenakan oleh adik ini adalah pakaian pengapit pengantin Sina Beranti, yaitu pakaian yang digunakan oleh pendamping pengantin. Yang membedakan adalah Jamong Malaka atau Mahkota yang digunakan. Untuk pengantin terdiri dua jenjang, sedangkan pendamping hanya satu jenjang." lanjut bunyu caption tersebut menjelaskan.

Dalam aksesoris Jamong Malaka terdapat dua ornament, yaitu bagian tengah Jamong Malaka ada seperti lingkaran oval (andaikan telor) yang mempunyai filosofi bibit serta ornamen bunga dan daun yang mempunyai filosofi bertumbuh dan berkembang yang dengan lambang tersebut yang mengartikan menghasilkan keturunan yang baik.

Sementara itu akun instagram @budayapagu yang merupakan akun instagram Info Budaya Kalimantan Utara menjelaskan tentang arti dari Sina Beranti.

"Ada banyak filosofis di dalam baju pengantin Sina Beranti, baik itu baju, celana, sarung dll (bahan kain) juga aksesorisnya semua ada filosofisnya." tulis akun @budayapagu.

"Warna kuning dalam budaya Tidung adalah warna utama yang bermakna kehormatan, kemulyaan, keagungan dll. Warna merah bisa bermakna penegasan." beber caption @budayapagu melanjutkan.

"Kesimpulan dari dua warna tersebut adalah menegaskan bahwa yang emmakai busana pengantin (dengan warna tersebut) sedang dihormati, dimuliakan dan diagungkan," katanya. (dd)

SOLOTRUST.COM


BERITA TERKAIT