Peningkatan Ekonomi Nelayan, KKP dan AL Dirikan Dewi Bahari Nusantara
SUARAINDO.ID | 27/09/2021 08:50
Peningkatan Ekonomi Nelayan, KKP dan AL Dirikan Dewi Bahari Nusantara
Suasana di Pantai Bias Tugel, Padangbai, Karangasem Bali. Kebanyakan yang datang turis asing. Tempo/Rita Nariswari

SuaraIndo.id— Untuk mempercepat peningkatan Ekonomi Nelayan dan warga Pesisir, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, bersama Angkatan Laut mendirikan Kampung Desa Wisata (Dewi) Bahari Nusantara di Gili Kondo Desa Padak Guar Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.

Langkah pembangunan wisata kampung Dewi Bahari ini merupakan program strategis yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah. Adanya Desa Wisata Bahari Nussntara ini, diharapkan keterlibatan nelayan dan masyarakat lebih banyak. Tidak hanya sebagai pemandu wisata, namun juga sebagai pelaku penggerak ekonomi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Pamuji Lestari mengatakan, Desa Padak Guar memiliki tiga pulau kecil atau gili yang tidak berpenghuni. Yakni, Gili Kondo dan Gili Bidara dengan luas berbeda diatas sembilan hektare. Dengan pasir putihnya, bisa memikat wisatawan lokal dan mancanegara. Sementara gili paling besar yakni Gili Petagan, menjadi pesona wisata bawah laut dengan luas 60 hektare.

Untuk mendukung pengembangan Kampung Wisata Bahari, KKP menyalurkan bantuan pada saat peresmiannya, Sabtu lalu, berupa dana pengembangan hingga tiga ratus juta rupiah lebih. Ini dilakukan, agar masyarakat Desa Padak Guar, bisa memanfaatkan pulau tersebut sebagai Destinasi wisata Bahari Nusantara.

Pamuji mengatakan, masih banyak intervensi yang perlu dilakukan oleh KKP, termasuk pembinaan sumber daya manusia (SDM), Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) dan Kelompok Sadar Masyarakat (Pokdarwis) yang sudah terbentuk, diharapkan bisa memberikan dampak besar bagi perubahan wisata bahari, dari segi perekonomian masyarakat.

Dikatakan, salah satu manfaat pulau kecil adalah untuk Pariwisata. KKP, akan selalu memberikan pembinaan pada masyarakat untuk mengelola pulau ini. Sehingga ekonomi bisa berjalan, ekonologi laut terjaga secara berkelanjutan.

Sementara itu, Paspotmar Lanal Mataram Kapten Laut (KH) M Gurkan mengatakan dalam melaksanakan Kampung Bahari Nusantara, merupakan intruksi Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo pada Angkatan Laut.

Sehingga setiap Pangkalan Angkatan Laut, menyiapkan Kampung Nusantara dimasing masing wilayah. Karena program Kampung Bahari Nusantara ini akan disinergikan dengan wisata bahari lainnya di tingkat Desa, termasuk di Desa Padak Guar Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Untuk pengembangannya, lima cluster atau program strategi Angkatan Laut Lanal Mataram yang akan diterapkan di Kampung Wissta Bahari Padak Guar, yakni Cluster Pertahanan, Edukasi, Pariwisata  Ekonomi dan Kesehatan.

Gurkan menambahkan, Desa Wisata Bahari merupakan ekowisata dengan Prinsip Ekologi, Ekonomi dan Edukasi. “Prinsip tersebut mulai diterapkan di beberapa Desa Wisata Bahari di tempat lain,” katanya, Sabtu, 25 September 2021.


BERITA TERKAIT