Kebakaran Lahan Pemakaman di Singkawang kembali Terjadi
SUARAINDO.ID | 04/04/2021 08:42

Suaraindo.id—Kembali terjadi kejadian kebakaran sebuah lahan pemakaman yang ditinggal pergi penziarah setelah selesai sembahyang kubur di jalan Bun Fui, Gang Melati, Kelurahan Sejangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat, pada Sabtu (3/4/2021) sore.

Saat tim Suaraindo.id berada di lokasi kebakaran tampak petugas dan mobil Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Kota Singkawang memadami api di lahan pemakaman yang menyala dekat di pemukiman rumah penduduk.

Djie Tjhun Siuk Wakil Ketua RT.007 RW.001 dan selaku warga setempat, kepada tim suaraindo ia mengatakan, bahwa kejadian kebakaran lahan di kawasan permakaman dirinya pun tidak mengetahuinya.

“Saya pun tak tahu ada kebakaran lahan, dan sekitar 1 jam kemudian mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi untuk memadamkan api yang masih menyala di lahan pemakaman yang tak jauh dari rumah penduduk,” ujarnya.

Ditempat yang berbeda, Ketua Asosiasi Pemadam Kebakaran (APKKS) Kota Singkawang Malika mengatakan bahwa sebelumnya pernah disampaikan pada saat rapat koordinasi FKUB yang dihadiri oleh para pengurus yayasan permakaman dan pihak terkait lainnya untuk pengawasan bagi para ziarah sembahyang kubur

“Kan sudah dikatakan dan disepakati bersama akan mengawasi dan mengontrol di musim ziarah sembahyang kubur ini,” papar Malika.

Terus, masih Malika, “Ketua yayasan pemakaman se Kota Singkawang telah diminta untuk mengumpulkan para pengurus yayasan pemakaman kematian terkait keamanan dan ketertiban dalam melaksanakan ziarah sembahyang kubur di dalam momen ini,” ujarnya.

Ia juga sangat menyesalkan tindakan yang pernah dibahas bersama, serta warga yang berziarah sembahyang kubur terlalu berlebihan serta sampah-sampah berserakan kemana-mana yang menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Setahu saya, warga yang berziarah sembahyang kubur biasanya membersihkan kuburan atau makam leluhur serta membersihkan lingkungan permakaman agar lebih bersih dan indah dan bakar-bakar alat sembahyang kubur, namun sekarang yang saya lihat bakar-bakar berlebihan serta sampah-sampah berserakan dimana-mana serta seakan tidak bertanggung jawab, apalagi sekarang musim kemarau, tentunya mengakibatkan terjadinya kebakaran lebih mudah, yang repot kan Pemadam,” tegas Malika.
dengan mimik wajah kekecewaan.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan di Taman Sari bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pengurus yayasan Permakaman (Yasing), Kepolisian, Tokoh Masyarakat, Agama serta dari pihak lainnya, dan mengundang pihak pemadam kebakaran.

“Tentunya dalam pertemuan tersebut kami juga berkomitmen jangan memberi kemanjaan bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang setiap tahun tidak ada perubahan.Dan kami dari pihak Pemadam Kebakaran di undang membahas berkaitan dengan api, serta sudah disarankan ke seluruh Ketua perkumpulan yayasan Permakaman Kota Singkawang untuk apa,” ujarnya.

Seharusnya, lanjutnya, “Adanya 1 wadah dari semua yayasan pemakaman dan dibuat sebuah aturan main yang tertuang dalam AD ART yayasan, serta untuk membatasi tingkah laku oknum yang tidak bertanggungjawab,” sambungnya.

Malika juga berharap kepada Ketua yayasan dan kepolisian agar dapat memantau ditempat dalam momen ziarah sembahyang kubur khususnya di Kota Singkawang yang melaksanakannya.

“Saya berharap agar Ketua yayasan Permakaman turunkan anggota pengawas di tempat pemakaman, para pejiarah selesai di cek untuk memastikan sudah aman, dan kepada pihak kepolisian agar memantau tempat-tempat pemakaman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkas Malika.