Belasan Orang di Sekadau Bikin Gaduh di Rumah Kyai Tohidin Pimpinan Pesantren Al-Maarif
SUARAINDO.ID | 30/09/2020 13:40
Belasan Orang di Sekadau Bikin Gaduh di Rumah Kyai Tohidin Pimpinan Pesantren Al-Maarif
Ade Ari, Tokoh Pemuda

Suaraindo.id - Sekelompok pemuda memicu kemarahan warga Sekadau, khususnya Desa Belitang satu, kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau, Sabtu malam (26/9/2020). Usut punya usut adalah belasan orang berbuat gaduh di rumah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang dihormati di Belitang satu .

Menanggapi kejadian tersebut sejumlah tokoh pemuda Belitang dan Sekadau angkat bicara,menginginkan kejadian tersebut diproses secara hukum adat.

"Itu sudah keterlaluan dan tidak menjunjung nilai kesopanan sebagai masyarakat yang beradat, datang ke rumah tanpa konfirmasi disaat tuan rumah sedang tidak berada di tempat kemudian membuat gaduh didalam rumah itu melanggar adat Salah Basa saya minta pelaku di hukum secara adat," ujar tokoh pemuda Belitang Satu Heriyadi.

Tanggapan juga datang dari Ade Ari yang juga merupakan tokoh pemuda itu mengaku geram dengan belasan orang yang tidak tahu sopan santun membuat gaduh di rumah Pimpinan Pesantren Al-Maarif Belitang Kiyai Tohidin disaat beliau tidak berada dirumah.

"Saya sebagai putra daerah disini sangat geram dan menyayangkan tindakan belasan pemuda yang tidak menghormati tuan rumah, main geruduk dan membuat gaduh, apalagi tuan rumah itu merupakan tokoh agama disini dan kebetulan beliau tidak ada dirumah ketika belasan orang berbuat gaduh di dalam rumah, saya berharap ada hukuman adat bagi belasan orang yang kurang beradab tetsebut," tegas Ade Ari.

Ade Ari juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjunjung tingi nilai-nilai kesopanan, karena kita bangsa ketimuran yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan menjunjung tinggi adat.

"Saya harap jangan lagi ada masyarakat tidak sopan berbuat gaduh dirumah orang, apa lagi orang tersebut merupakan tokoh yang sangat di segani di sini, kita ini bangsa ketimuran yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan nilai-nilai adat istiadat,"jelas ade .

Kecaman juga datang dari tokoh pemuda Sekadau Saparani, menurutnya kejadian tersebut sungguh mencedrai nilai kesopanan dan telah melanggar adat istiadat kebiasaan masyarakat Sekadau, yang sangat menghormati tokoh Agama, Saparani berharap kejadian itu dapat diganjal hukuman yang semestinya, agar nantinya kejadian seperti itu tidak terulang lagi.

"Sungguh sangat mencedrai nilai kesopanan dan telah melanggar norma adat atas apa yang dilakukan oleh belasan orang yang mendatangi rumah tokoh agama di Belitang Satu, saya sangat mengecam tindakan seperti itu dan berharap agar pelaku dapat diganjar hukuman yang semestinya agar nantinya tidak terulang lagi kejadian seperti itu, kita masyarakat hidup menjunjung tinggi nilai adat, hidup beradat mati juga beradat," ujarnya .

Saparani mengatakan, seandainya ada masalah di lapangan diantara anak muda selesaikan secara baik, jangan main geruduk.

"Seandainya ada permasalahan dilapangan antara anak muda itu biasa, selesaikan secara baik jangan main gruduk mendatangi rumah orang apa lagi orang tersebut merupakan tokoh agama yang di segani disini," tutup Saparani.

Menurut informasi istri pemilik rumah, Ninik Winarsih,kejadian tersebut bermula dari perselisihan kecil antara pelatih perguruan silat yang menegur siswanya yang pindah perguruan tanpa ijin dan konfirmasi terlebih dahulu, atas teguran ini sang siswa mengadukan kepada pelatihnya di perguruan yang baru, atas pengaduan itu pelatih membawa warganya mendatangi Kediaman Pengasuh Pesantren Al Ma'rif dengan cara yang kurang sopan.

"Pelatih di perguruan yang ditinggalkan sudah berbesar hati meminta maaf demi meredakan ketegangan, tetapi kedatangan rombongan dengan cara yang mencidrai nilai kesopanan dan adat basa menyisakan keprihatinan dan kekecewaan di berbagai kalangan," tutur Ninik Winarsih kepada jurnalis Suaraindo.id

Sementara itu, Winarto, Ketua dari perguruan silat yang mendatangi rumah tokoh Agama Sekadau ketika dikonfirmasi media ini mengenai kejadian tersebut mengatakan, tidak tahu ketika anggotanya datang ke Belitang, saya dikasih tahu anggota setelah pulang dari Belitang dan anggota mengatakan sudah clear permasalahan.

"Yang jelas barang itu selesai baru saya dikasih tau, terus anak buah datang kerumah, 'mas kemaren ada begini cuma masalah itu sudah clear nggak ada masalah,' intinya di antara kebelah pihak nggak ada masalah," ujar Winarto.

Diketahui Sabtu 26 September malam , rumah dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ma'rif Belitang Kiyai Tohidin di datangi sekelompok orang berjumlah belasan dari oknum perguruan silat yang membuat gaduh di dalam rumah .

SUARAINDO.ID


BERITA TERKAIT