NTB Gratiskan Biaya Rapid Test Bagi Pelajar dan Mahasiswa yang Belajar Keluar Daerah
GERBANG.CO.ID | 03/07/2020 11:00
NTB Gratiskan Biaya Rapid Test Bagi Pelajar dan Mahasiswa yang Belajar Keluar Daerah
Ilustrasi rapid test. Shutterstock

GerbangIndonesia, Mataram – Pemprov NTB membebaskan biaya rapid test untuk para pelajar dan mahasiswa yang akan belajar keluar daerah. Pembebasan biaya ini sebagai salah satu upaya pencegahan Covid-19 serta memudahkan para pelajar untuk melanjutkan pendidikannya.
Hal itu dikatakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kepada media Senin (29/6) di Kantor Bappeda NTB.

Ia mengatakan, aturan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan rapid tes atau swab sebelum berpergian sebagai salah satu langkah untuk mencegah penularan virus. Sementara terkait dengan biaya yang cukup mahal, hal ini dimaksudkan agar masyarakat enggan untuk berpergian pada masa pandemi ini. Sehingga aktifitas masyarakat diluar bisa diminimalisir.

“Memang tentu adanya rapid tes itu dalam rangka kita untuk meminimalisir mobilitas. Karena sekarang virus ini hanya bisa dikurangi dengan minimnya mobilitas,” katanya.

Ditambahkan Bang Zul, masuknya tahun ajaran baru tahun 2020-2021 ini, banyak pelajar yang akan melanjutkan pendidikanya ke luar daerah. Dengan demikian, pemerintah daerah membebaskan biaya rapid tes ini untuk bisa mempermudah para pelajar.

“Sebenarnya yang kemarin itu jangan dimaknai ada biaya mahal untuk jual rapid tes. Tapi bagaimana orang menjadi sungkan atau enggan ke luar rumah. Tapi karena banyak pelajar-pelajar harus keluar daerah, kita putuskan gratis untuk pelajar,” tegasnya lagi.

Pembebasan biaya ini juga harus diterapkan oleh kabupaten/kota di NTB. Hal ini berdasarkan surat edaran Gubernur NTB tentang pembebasan biaya rapid tes Covid-19 di Provinsi NTB. Dalam surat tersebut, Pemprov memberikan pembebasan biaya rapid tes Covid-19 untuk pelajar, santri dan mahasiswa yang belajar ke luar daerah. Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, syarat untuk bisa mendapatkan pembebasan biaya rapid tes dengan membawa kartu pelajar. Sementara untuk pemeriksaan, akan dilakukan secara berkelompok baik pelajar, santri dan mahasiswa yang dikoordinir oleh perwakilan masing-masing sekolah maupun universitas. Rapid tes ini dilakukan di fasilitas kesehatan pada masing-masing kabupaten/kota. (gi02)

GERBANGINDONESIA.CO.ID


BERITA TERKAIT