Polisi Didesak Buka Pemalangan Jalan Menuju Spot Wisata Huruwakha Sentani
TEROPONGNEWS.COM | 21/01/2022 13:33
Polisi Didesak Buka Pemalangan Jalan Menuju Spot Wisata Huruwakha Sentani
Ada 51 Izin Konsesi Kawasan Hutan Yang Dicabut di Tanah Papua

TEROPONGNEWS.COM,JAYAPURA-Terkait Insiden penyerangan dan penganiyaan terhadap korban Koselo Ishak Felle di lokasi Wisata Huruwakha kampung Komba distrik Sentani kota Kabupaten Jayapura, Polres Jayapura didesak untuk segera memediasi dan menyelesaikan persoalan pemalangan jalan menuju lokasi tersebut.

Hal itu disampaikan Ishak Felle saat ditemui wartawan bersama di Sentani Kamis, 20 Januari 2022 . Dirinya merasa kasus pemalangan jalan yang telah dilaporkan ke Polres Jayapura pada Minggu, 9 Januari 2022 berjalan di tempat.

Untuk itu dirinya bersama keluarga meminta untuk kasus tersebut segera diselesaikan atau dimediasi agar aktivitas di kawasan wisata segera berjalan.

”Ini kasus sudah dua minggu pelakunya belum ditangkap, barang-barang kami semua ada tertahan di rumah di Huruwakha kami mau jalan segara dibuka polisi,” harap Ishak Felle bersama keluarga.

Selain lokasi usaha wisata pihaknya juga mengalami kerugian, akibat kehilangan 3 unit motor , masing-masing 1unit motor Kawasaki, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna putih, serta 1 unit motor Jupiter Z .

“Barang-barang ini hilang anak-anak kami tidak bisa ke sekolah, dan pakaian sekolah anak-anak juga hilang sudah dua Minggu mereka tidak ke sekolah di SMP Kalam Kudus sana,” tutur Ishak Felle.

Kasus ini bermula dari cekcok akibat adanya penebangan pohon sagu di kawasan wisata Huruwakha yang di Tegur oleh b Khoselo Ishak Felle, namun hal itu tidak diindahkan oknum pelaku sehingga membuat keributan dan penganiayaan.

Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Macklarimboen saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut dan akan segera ditindaklanjuti dengan mempertemukan kedua bela pihak dalam waktu dekat ini.

”Untuk proses hukum tetap jalan ada surat dari kepala kampung untuk dimediasi, hingga saat ini kami menunggu undangan dari kepala kampung kepada kedua pihak untuk kita mediasi di Polres, untuk palang kami akan segera buka,” ungkap Kapolres Jayapura.

teropongnews.com