Akun Facebook Muhammad Iksan Jadi Buronan Banser se-Papua Barat
TEROPONGNEWS.COM | 17/03/2020 10:20
Akun Facebook Muhammad Iksan Jadi Buronan Banser se-Papua Barat
Rombongan Banser Kabupaten Sorong mendatangani Polres Sorong, untuk melaporkan pemilik akun FB yang telah menghina dan menyampaikan ujaran kebencian atas meninggalnya Satkornas Banser, H Alfa Isnaeni. (Foto:Tantowi/TN)

Aimas, TN – Pemilik akun face book Muhammad Iksan Palebangan, menjadi buronan anggota Banser se-Papua Barat. Penyebabnya, pemilik akun FB ini mengunggah status yang bernada menghina dan ujaran kebencian, terkait wafatnya Satkornas Banser, Ir. H Alfa Isnaeni.

Pemilik akun FB Muhammad Iksan Palebangan menjadi buronan Banser se-Papua Barat, akibat unggahan statusnya terkait meninggalnya Satkornas Banser, H Alfa Isnaeni.

Melalui unggahan statusnya, pemilik akun ini menyebut meninggalnya Panglima Banser itu sebagai Bangke Nusantara, yang dituliskan pada gambar keranda jenazah. Komitmen Banser sebagai ormas penjaga ideologi bangsa dan keutuhan NKRI, juga dijadikan bahan olok-olok di akun FB ini, dengan menulis; Semoga diterima amalan Paling Pancasila beliau dan dilipatgandakan Jariyah NKRI Harga Matinya.

BACA: Polisi Berhasil Ringkus Terpidana Penghina Bupati Halut

“Ini sebuah olok-olok yang tidak patut dilakukan terhadap sosok pemimpin kami yang sudah meninggal dunia. Ini sudah keterlaluan,” kata Abdul Salam, Sekretaris PW Ansor Papua Barat, Minggu (15/3/2020).

Atas hinaan dan pelecehan itu, Ansor dan Banser Kabupaten Sorong saat ini memburu pemilik akun tersebut. Pada Sabtu (14/3/2020) lalu, rombongan Ansor dan Banser mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sorong untuk mengadukan masalah tersebut.

Bersama-sama anggota Polres Sorong, rombongan Ansor dan Banser ini bersama-sama mencari pemilik akun FB tersebut, ke tempat-tempat yang biasa menjadi persinggahan pemilik akun ini.

“Sejauh ini belum kami ketahui rumah pemilik akun tersebut. Dan kami terus koordinasi dengan aparat kepolisian, agar tidak terjadi tindakan yang melanggar hukum dari sahabat-sahabat Banser,” ujar Salam.

Sebelumnya, Salam sendiri mengaku sudah berupaya menghubungi nomor ponsel yang bersangkutan, untuk diajak bicara baik-baik mengenai maksud dan tujuan unggahan status FB itu.

“Nomornya aktif. Tapi saya telpon tidak diangkat, saat WA juga tidak dibalas. Karena tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan, maka kami teruskan masalah ini ke jalur hukum. Hari ini kami resmi membuat Laporan Polisi (LP) atas perkara ini,” tandasnya, Minggu (15/3/2020).

Ansor dan Banser berkoordinasi dengan aparat kepolisian, untuk mencari pemilik akun FB, Muahammd Iksan Palebangan.

Dalam data pribadinya, pemilik akun Muhammad Iksan Palebangan menulis pernah bekerja di Unimuda Kabupaten Sorong. Pemilik akun ini juga menyebut dirinya sedang menekuni profesi sebagai hipnoterapis.

“Tapi saya tanya ke teman-teman di Unimuda, yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di Unimuda. Informasi dari teman-temannya, yang bersangkutan juga jarang pulang ke rumahnya di daerah Malanu sana. Kalau tidur sering numpang di rumah teman-temannya,” urai Salam.

BACA: Gelar Operasi, 4 Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan Polisi

Ketua PCNU Kabupaten Sorong, H Rofiul Amri berharap aparat kepolisian mengusut tuntas masalah ini, hingga ada putusan hukum yang dijatuhkan kepada terlapor. Langkah hukum yang ditempuh Ansor dan Banser adalah sudah tepat, agar memberi efek jera kepada yang bersangkutan,  juga peringatan kepada pengguna media sosial lainnya.

“Tetapi gandeng aparat keamanan, jangan sampai (Banser) dianggap persekusi,” pesan Rofiul Amri. **

TEROPONGNEWS.COM


BERITA TERKAIT