Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi Bakal Diprioritaskan
LANGGAM.ID | 07/06/2022 10:00
Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi Bakal Diprioritaskan
Foto udara pembangunan ruas jalan tol Padang - Pekanbaru di Nagari Kasang, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat 26 Februari 2021. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp821 miliar untuk membebaskan lahan Tol Padang-Pekanbaru seksi I sepanjang 32,4 kilometer dengan target pencairan uang ganti kerugian (UKG) yakni sebelum lebaran 2021. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Langgam.id – Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru masih berlanjut. Hingga saat ini, masih ada 622 bidang lahan lagi yang menunggu untuk dibebaskan.

Staf Ahli Gubernur Sumbar Bidang Ekonomi dan Keuangan, Syafrizal Ucok mengatakan, bahwa pembebasan lahan itu ditargetkan rampung pada Juli 2022.

Hingga Juni 2022, kata Ucok, pembebasan lahan untuk pembangunan tol Padang-Pekanbaru Penetapan Lokasi (Penlok) Padang-Sicincin sudah mencapai 41,21 persen.

Meskipun demikian, lanjut Ucok, pihaknya akan terus mengupayakan pembangunan jalan itu bisa segera tuntas, karena Presiden Joko Widodo bakal menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) pergeseran prioritas pembangunan jalan tol Sicincin-Bukittinggi menjadi prioritas keempat, karena tol Padang-Sicincin belum selesai.

“Gubernur mendesak bupati agar proses permasalahannya selesai Juli ini, supaya bisa diganti menjadi prioritas ketiga untuk Sicincin-Bkittinggi. Sekarang rancangan Pepres sudah masuk ke prioritas ke empat, bukan sampai 2024,” ujar Ucok, Senin (6/6/2022).

Hingga saat ini, lanjut Ucok, pembangunan tol Padang-Pekanbaru, masih ada 622 bidang belum dibebaskan dan menerima Uang Ganti Rugi (UGK).

“Itu masih proses verifikasi satgas sebanyak 135 bidang, proses penilaian sebanyak 77 bidang oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Appraisal Perbaikan penilaian 34 bidang oleh PPK dan Appraisal, 85 bidang belum ada berkas,” jelasnya.

Dia merincikan, sebanyak 149 bidang tanah dengan berkas belum lengkap, 17 bidang sudah validasi belum SPP, 33 bidang proses Surat Perintah Pembayaran (SPP) ke LMAN.

Kemudian, sebanyak 47 bidang belum ada konsinyasi, 10 bidang SPP konsinyasi untuk DTT, 21 bidang proses penilaian LMAN, delapan bidang lolos LMAN belum UGK, dan enam bidang aset.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN, Sunraizal menyebutkan, pengadaan tanah harus diikuti beberapa pihak dan membangun koordinasi yang baik.

“Permasalahan seperti masalah perencanaan itu seharusnya bisa segera dikomunikasikan agar dicarikan solusinya,” ujarnya.

Inspektorat, kata Sunraizal, juga akan melihat bagaimana penegrjaannya. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga target dari pusat percepatan dapat terealisasikan pada bulan Juli 2022,” paparnya.

Jika tidak selesai bulan Juli, tegas Sunraizal, maka akan ada respon lain. “Saat ini sudah sembilan kilometer dari 20 kilometer yang selesai untuk Padang-Sicincin,” katanya.

 

langgam.id

 

 


BERITA TERKAIT