Puluhan Babi di Agam Ditemukan Mati Mendadak Diduga Akibat Virus
LANGGAM.ID | 09/12/2021 13:47
Puluhan Babi di Agam Ditemukan Mati Mendadak Diduga Akibat Virus
Peternakan babi [www.swineweb.com]

Langgam.id-Puluhan babi hutan ditemukan mati mendadak di sekitar Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Kematian hewan liar itu diduga karena penyakit menular demam babi Afrika atau disebut dengan African Swine Fever (ASF).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Ardi Andono mengatakan laporan temuan babi mati mendadak berasal dari masyarakat di daerah di Nagari Salareh Aia yaitu di Jorong Maua Hilia dan Jorong Kayu Pasak Timur.

“Lebih kurang 50 ekor babi liar mati di sejumlah lokasi kebun masyarakat di wilayah tersebut. Dugaan sementara kematian babi liar tersebut karena ASF,” katanya lewat keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).

Dugaan ini didukung lokasi kematian babi liar tersebut yang berada pada kawasan hutan lindung. Kawasan itu terhubung dengan kawasan lindung Kabupaten Pasaman, sehingga kemungkinan babi liar yang terinfeksi ASF menularkan/menginfeksi babi liar yang ada di Palembayan Agam.

Pihaknya, bersama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Puskeswan Palembayan, serta Balai Veteriner Bukittinggi turun ke lapangan untuk melakukan investigasi dan verifikasi terhadap temuan kematian babi liar disejumlah lokasi.

Dari hasil penelusuran, kematian babi liar sudah terjadi 1 s.d 2 bulan yang lalu. Kematian babi liar tidak ditemukan secara serentak dalam waktu yang bersamaan, namun dalam selang beberapa hari. Terdapat satu kasus ditemukan kematian serentak babi liar sebanyak 15 ekor dalam satu lokasi.

“Dapat diverifikasi bahwa jumlah babi liar mati yang dilaporkan masyarakat sekitar 45 s d 50 ekor yang tersebar dibeberapa lokasi kebun masyarakat,” ujarnya.

Tim juga melakukan pengambilan sampel bangkai babi liar di dua lokasi kebun masyarakat yang berjarak sekitar 6 km dari pemukiman. Pengambilan sampel dilakukan oleh Balai Veteriner Bukittinggi untuk kemudian dibawa ke laboratorium guna pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan ASF.

Sampel yang dapat diambil hanya berupa sisa-sisa tulang tengkorak babi liar karena diperkirakan kematian babi liar tersebut sudah terjadi sekitar 1 bulan yang lalu. Selain itu, juga diambil sampel berupa air kubangan disekitar lokasi kematian babi liar guna mendukung dugaan ASF pada babi liar.

Arahan kepada Warga
Pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat, apabila menemukan bangkai babi liar di lokasi yang jauh dan tidak memungkinkan untuk segera ditindaklanjuti oleh petugas agar sedapatnya mengambil sampel bangkai kemudian menguburkan untuk mencegah penyebaran ASF. Tentu dilakukan dengan tata cara mengikuti aturan penanganannya.

Selain itu, lokasi babi juga merupakan habitat harimau sumatera dimana pada lokasi tersebut masyarakat juga aktif melakukan tradisi perburuan babi liar. Pihaknya memohon wali nagari agar menghimbau warganya untuk tidak melakukan tradisi perburuan babi liar di kawasan hutan Lindung Palembayan.

“Tindakan itu akan berpengaruh terhadap ketersediaan pakan harimau sumatera. Tim akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan PORBI agar tidak melakukan kegiatannya pada lokasi ditemukannya kematian babi liar,” ujarnya.

langgam.id


BERITA TERKAIT