Pengerjaan Proyek Tol, Buka Tutup Diberlakukan di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi
LANGGAM.ID | 10/07/2021 15:20
Pengerjaan Proyek Tol, Buka Tutup Diberlakukan di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi
Foto udara pembangunan ruas jalan tol Padang - Pekanbaru di Nagari Kasang, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat 26 Februari 2021. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp821 miliar untuk membebaskan lahan Tol Padang-Pekanbaru seksi I sepanjang 32,4 kilometer dengan target pencairan uang ganti kerugian (UKG) yakni sebelum lebaran 2021. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Langgam.id – Sistem buka tutup jalur diberlakukan di Jalan Lintas Nasional Padang- Bukittinggi. Tepatnya di titik KM 23,8 di Korong Kayu Kapur, Nagari Sungai Buluh Selatan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).

Sistem buka tutup diberlakukan karena adanya pembangunan underbridge yang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru. Sistem buka tutup jalur dilaksanakan pada 12-15 Juli 2021 setiap pukul 23.00-04.00 WIB.

Manajer Pengendali dan Pelaksana Proyek PT Hutama Karya Berlin Tampubolon mengatakan, memang rencana itu dilakukan karena ada kegiatan pengangkatan girder jembatan di lokasi tersebut.

Pengangkatan satu girder ke posisinya menurutnya memakan waktu minimal sekitar 45 menit dan saat itu dilakukan penutupan jalan. Kemudian setelah selesai satu girder maka jalan dibuka selama satu jam.

Setelah itu terangnya, jalan dibuka lagi sehingga pengendara bisa kembali lewat. Kemudian setelah satu jam dilakukan lagi pengangkatan girder ke posisinya.

Kegiatan ini berulang dilakukan sampai 12 unit girder dipasang, sehingga memakan waktu sekitar lima hari.

“Jadi memang itu melintang jalan, makanya kami melaksanakannya malam sampai pagi, itu bukan penutupan tapi buka tutup,” katanya Sabtu (10/7/2021).

Menurutnya, total ada tiga titik nantinya untuk trase 2 tersebut, namun baru satu ini dilakukan. Selanjutnya selain di Nagari Buluh Selatan, juga ada nanti di titik Buayan dan Sicincin. Setiap penutupan akan selalu diumumkan kepada masyarakat.

“Kami mohon maaf dan mohon izin kepada pengguna jalan dan masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Tapi kami yakin tidak akan sampai menghambat dan menganggu jalur lalu lintas,” katanya.

Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Satlantas setempat dan Dinas Perhubungan Padang Pariaman maupun Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar.

“Kami akan selalu berkoordinasi dan kepada masyarakat mohon doa agar pekerjaan berjalan lancar dan tidak terjadi apa yang diluar keinginan kita,” katanya.

langgam.id


BERITA TERKAIT