130 Santri Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang Positif Covid-19, Satgas Sarankan Pesantren Lockdown
LANGGAM.ID | 27/11/2020 11:00
130 Santri Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang Positif Covid-19, Satgas Sarankan Pesantren Lockdown

Langgam.id – Sebanyak 130 orang tercatat positif Covid-19 di Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang hingga Kamis (26/11/2020). Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumbar Jasman Rizal menyarankan agar dilakukan lockdown di pesantren tersebut. 

Menurutnya, hanya dalam waktu dua hari diketahui ada yang terpapar covid-19 sangat banyak. Pertama pada Rabu (25/11/2020) sebanyak 49 orang, dan Kamis (26/11/2020) sebanyak 81 orang.
.
Penyebaran covid-19 di Diniyah Putri menurutnya perlu tindakan cepat dan tegas untuk menghentikannya. Ia menyarankan kepada Pemerintah Padang Panjang, untuk memutus mata rantai covid-19, di Diniyah Putri Padang Panjang harus segera lockdown.

“Saya sudah katakan ke Sekda Padang Panjang, agar dilakukan tes swab ulang lagi dan lakukan isolasi di sana, semua yang negatif diulang lagi semuanya, dan dilakukan lockdown di sana,” katanya.

Selain itu, jangan ada yang keluar masuk ke sana. Kemudian semua yang dilakukan tes swab, lalu hasilnya negatif silakan pulang. Sementara yang hasilnya positif covid-19 tetap bertahan di asrama. Kemudian dilakukan penanganan selanjutnya. 

“Saya yakin yang kemaren itu yang tes swabnya ada yang negatif, tetapi mereka semua kan main-main saja, akhirnya ada yang lain positif, terbukti hari ini bertambah,” katanya.

Kepala Dinkes Padang Panjang Nuryanuwar mengatakan awalnya untuk tes swab hari pertama keluar hasilnya, 49 orang yang positif. santri umumnya dan diisolasi di Diniyah Putri saja . Kemudian bertambah lagi 81 orang.

“Diisolasi dengan ruangan yang memadai. Hari ini keluar lagi, informasi awal ada 81 orang yang positif. Mayoritas juga santri. Yang positif, diisolasi. Lakukan oengobatan, supaya bisa negatif covid dan sembuh,” katanya.

Terkait lockdown sesuai arahan provinsi, pihaknya sedang membicarakan ini. Untuk sementara, pihaknya sudah minta jangan ada yang keluar masuk asrama dulu sementara ini. Hal itu meminimalisir adanya penyebaran.

“Kalau ada urusan penting saja baru boleh, kita lihat dalam seminggu ini. Kita awasi seminggu ini. Informasi awal, 400 an santri yang ada di Diniyah. Mana yang belum di swab, akan kita swab,” katanya.

Ia mengimbau bagi yang sudah isolasi tetap terapkan protokol kesehatan. Kemudian menjaga jarak, memakai masker, rajin cuci tangan. Kemudian melaksanakan senam, berjemur, dan asupan gizi juga  disampaikan ke pengelola.

“Keluarga dari luar jangan ke kampus dulu. Semuanya tenang tidak perlu panik. Masalah penanganan covid-19yang positif, sudah banyak yang kita tangani. Jika patuh, insya Allah bisa ditangani, tidak perlu panik dan takut,” katanya. (Rahmadi/SS)

LANGGAM.ID


BERITA TERKAIT