Kisruh Perwakilan MTQ Nasional dari Sumbar, Gubernur Irwan Prayitno: Jangan Ada Kecurigaan
LANGGAM.ID | 16/10/2020 16:10
Kisruh Perwakilan MTQ Nasional dari Sumbar, Gubernur Irwan Prayitno: Jangan Ada Kecurigaan

Langgam.id – Salah seoarang kafilah, Yunia Safitri yang berasal dari Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar) tersingkir secara mendadak dari daftar peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke XXVIII 2020.
Ia sempat mengadukan itu kepada Gubernur Irwan Prayitno di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (12/10/2020) lalu. Pihak Pemprov kemudian melakukan pendalaman terhadap aduan tersebut.

 

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat ditanya soal Yunia Safitri ia mengatakan pihaknya sudah melakukan kroscek terhadap semua peserta yang telah dipilih untuk MTQ Nasional saat ini. Menurutnya, semua sudah melewati prosedur yang ditetapkan oleh pelatih untuk menentukan siapa yang terbaik.

 

“Jadi saya tegaskan, segala sesuatu yang terkait dengan proses penseleksian dan penetapan sudah mengikuti aturan, bila melanggar ada aturan yang jelas,” katanya di Padang, Jumat (16/10/2020).

Pelatih yang menilai menurutnya juga banyak, tidak hanya satu dua orang pelatih. Pelatih itulah menentukan siapa yang terbaik diantara calon perserta. Bagi mereka yang telah terpilih dan diutus, maka itulah kafilah yang terbaik

“Mereka yang terbaik dipilih setelah dinilai secara objektif, jadi jangan kita ada kecurigaan-kecurigaan tanpa dasar, justru kecurigaan tanpa dasar itulah yang patut kita sayangkan,” katanya.

Baca juga: LPTQ Akan Uji Ulang Juara MTQ Sumbar yang Gagal Jadi Peserta Nasional

Menurutnya kecurigaan tanpa dasar itu adalah hal kurang baik. Hal itu merupakan pemaksaan kehendak, menganggap anak didik, atau anak sendiri, atau semua yang dekat itu baik, padahal secara objektif telah dilakukan penilaian.

“Perlu dicatat bahwa kita menerima sumber calon yang diusulkan itu adalah mereka yang juara satu di Kota Solok, juara satu di Kabupaten Padang Pariaman, dan dari mereka yang dapat juara MTQ mewakili Sumbar di tingkat nasional, sumber itu yang dikarantina, dilatih, kemudian kita tes, insyaallah itu yang terbaik,” ujarnya.

Sebelumnya Yunia Safitri dinyatakan gugur oleh Lembaga Pengembagan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumbar pada 10 Oktober 2020. Ia tidak bisa mengikut Training Center (TC) tahap ke 2.

Yunia merupakan mahasiswa dari Universitas Negeri Padang (UNP). Ia merupakan juara 1 MTQ Sumbar 2019 cabang tilawah remaja putri. (Rahmadi/ABW)

LANGGAM.ID


BERITA TERKAIT