Harapan Puan Sumatera Barat Dukung Negara Pancasila, Sejarawan: Bentuk Kekecewaan Kalah di Pemilu
LANGGAM.ID | 04/09/2020 09:20
Harapan Puan Sumatera Barat Dukung Negara Pancasila, Sejarawan: Bentuk Kekecewaan Kalah di Pemilu
Ketua DPR Puan Maharani. ANTARA FOTO/Raqilla

Langgam.id – Pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani menyinggung Pancasila dan Sumbar dianggap sebagai bentuk kekecewaan karena kalah dalam pemilu 2019 di Sumatra Barat (Sumbar). Padahal tokoh-tokoh di Sumbar berperan dalam pembentukan pancasila.

Sejarawan Politik Universitas Andalas (Unand) Padang, Israr Iskandar mengatakan kalau disimak pernyatan dan harapan Ketua DPR RI Puan Maharani tentang semoga Sumbar mendukung Pancasila memicu reaksi banyak kalangan, terutama di Sumbar. Seolah selama ini Sumbar kurang mendukung Pancasila. Selain itu, Megawati Soekarnoputri juga mempertanyakan mengapa partainya sulit menang di Sumbar.

“Walaupun pernyataan itu disampaikan dalam konteks pemberian dukungan PDIP terhadap pasangan Mulyadi-Ali Mukhni dalam Pilgub 2020, namun pernyataan itu terlanjur menjadi ‘bola panas’ yang dapat mendegradasi citra PDIP di kalangan masyarakat Minang sekaligus pamor cagub-cawagubnya sendiri,” katanya, Kamis (3/9/2020).

Sekalipun sudah diklarifikasi, namun kalau dilihat secara substansi, pernyataan Puan memang seolah mewartakan sikap, persepsi dan pandangan petinggi partai berlogo banteng itu terhadap masyarakat Sumbar secara keseluruhan.

Persepsi itu, kata Israr, biasanya tak hanya dibangun berdasarkan pembacaan terhadap sejarah, tetapi juga perkembangan politik mutakhir, khususnya kekecewaan PDIP dalam Pemilu 2019 lalu di Sumbar yang jauh melorot dibandingkan sebelum sebulmnya. Selain itu, Presiden Joko Widodo yang diusung PDIP juga mengalami kekalahan di Sumbar saat pemilu.

“Kalau persepsi dibangun atas pembacaan terhadap sejarah, Puan tentu bisa didebat orang. Apakah yang mendasari pernyataannya itu? Apakah karena masyarakat daerah ini pernah mendukung PRRI? Ataukah sekedar karena orang Sumbar tak memilih PDIP dalam pemilu-pemilu?,” ujarnya.

Menurutnya orang Sumbar jelas memiliki kontribusi besar dalam sejarah Republik, termasuk sejarah perumusan Pancasila. Ia mengingat kontribusi Yamin, Hatta, Agus Salim, dan lainnya. Meski ada sejarah PRRI yang dianggap tidak Pancasilais, gerakan itu merupakan koreksi terhadap pelanggaran Pancasila walaupun ahirnya tergelincir pada gerakan disintegrasi.

“Pernyataan Puan bisa tergelincir pada sejenis sikap hegemonik atas pemaknaan Pancasila juga, seolah satu keompok lebih Pancasilais dibandingkan kelompok lain. Hal itu jelas bersifat kurang bijak,” katanya.

Sebelumnya, diketahui, Ketua Umum PDIP Megawati mempertanyakan warga Sumbar yang belum pernah percaya kepada PDIP. Megawati menyebutkan hal ini ketika acara deklarasi atau dukungan terhadap calon-calon kepala daerah dari PDIP untuk Pilkada serentak 2020. PDIP sendiri di Pilkada Sumbar memberikan dukungan resmi untuk pasangan calon Mulyadi (Demokrat)- Ali Mukhni (PAN).

Selain Mega, Ketua DPR RI Puan Maharani juga mengatakan harapannya agar Sumbar menjadi pendukung negara Pancasila.

“Untuk Provinsi Sumatra Barat, rekomendasi diberikan kepada Ir. Mulyadi dan Drs. H. Ali Mukhni. Merdeka! Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila,” kata Puan. (Rahmadi/ABW)

LANGGAM.ID


BERITA TERKAIT