Bupati Agam Menjadi Tersangka dari Laporan Anggota DPR Mulyadi, Polisi: Perannya Turut Serta
LANGGAM.ID | 12/08/2020 15:05
Bupati Agam Menjadi Tersangka dari Laporan Anggota DPR Mulyadi, Polisi: Perannya Turut Serta

Langgam.id – Bupati Agam Indra Catri dan Sekretaris Daerah Martias Wanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi. Kasus informasi dan transaksi elektronik (ITE) ini dilakukan di media sosial Facebook melalui akun palsu.

 
 

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, kedua tersangka terbukti terlibat. Meski begitu dia tidak merinci peran Indra Catri dan Martias Wanto dalam kasus tersebut.

 

“Perannya turut serta dalam perkara tersebut. Penyampaian hanya turut serta dalam rangkaian kejadian itu,” kata Satake Bayu di Polda Sumbar, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Bupati Agam dan Sekda Ditetapkan Tersangka Pencemaran Nama Baik Mulyadi

Penetapan tersangka dua petinggi di Pemerintahan Kabupaten Agam itu sesuai surat nomor 32/VIII/2020 Ditreskrimsus dan sesuai surat penetapan nomor 33/VIII/2020 Ditreskrimsus tertanggal 10 Agustus 2020. Sebelumnya, gelar perkara atas kasus ini dilakukan di Bareskrim Mabes Polri. Sebanyak 18 saksi diperiksa, termasuk melibatkan saksi ahli, ITE dan kriminologi serta hasil laboratorium forensik.

“Dari hasil itu ada tersangka tambahan. Pertama MW (Martias Wanto) dan Kedua adalah IC (Indra Catri). Memang mereka bupati dan sekda Kabupaten Agam,” ujarnya.

Satake Bayu mengungkapkan, pihaknya belum melakukan penahanan badan terhadap kedua tersangka. Hal ini masih menunggu proses perkembangan lanjut. Keduanya juga akan dipanggil sebagai tersangka.

Baca juga: Tudingan Terlibat Pencemaran Nama Baik Mulyadi, Indra Catri Tempuh Langkah Hukum

“Tidak dilakukan penahanan badan. Ini baru proses, tunggu perkembangan selanjutnya,” tuturnya.

Kasus ini mencuat berawal dari laporan atas nama Revli Irwandi bernomor LP/191/V/2020/SPKT Sbr. Laporan itu pencemaran nama baik melalui akun facebook Mar Yanto yang diduga akun bodong yang memposting foto sekaligus kata-kata yang tidak pantas.

“Akun Facebooknya itu mengupload gambar dan kata-kata yang tidak pantas,” kata Satake Bayu.

Seperti diketahui, tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini jauh hari telah dilakukan. Mereka berinisial ES (58) yang merupakan Kabag Umum Pemerintahan Agam. Kemudian RH (50) dan RP (33) selaku ajudan Indra Catri.

Mereka diamankan di Kabupaten Agam serta Kota Padang. Para tersangka memiliki peran masing-masing dalam melakukan pencemaran nama baik tersebut. (Irwanda/ABW)

LANGGAM.ID


BERITA TERKAIT