Tersiar Kabar Anak Di Bawah Umur Dianiaya Warga Amerika, Pemkab Mentawai Baru Tahu Ada WNA Tinggal Menetap di Pulau
LANGGAM.ID | 07/07/2020 16:15
Tersiar Kabar Anak Di Bawah Umur Dianiaya Warga Amerika, Pemkab Mentawai Baru Tahu Ada WNA Tinggal Menetap di Pulau

Langgam.id – Kasus penganiayaan terhadap anak bawah umur di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar) yang dilakukan seorang warga negara Amerika berinisial E (38) membuka fakta baru. Pemerintah setempat ternyata baru mengetahui adanya wisatawan asing ini menetap di sebuah pulau setelah kasus penganiayaan ini mencuat.

 
“Kita tahu ada warga negara Amerika itu di sana pas kejadian ini (penganiayaan). Masyarakat ini juga tidak mau melaporkan. Kalau aman-aman tidak mau lapor, kalau bermasalah baru diajak kami,” ujar Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake dihubungi langgam.id, Senin (6/7/2020).

Kortanius juga kaget warga negara Amerika itu dalam tahap pembangunan sebuah resort. Padahal, selama ini di Pulau Sibigeu tidak ada resort dengan skala besar. “Status resort-nya belum mendaftar dan melapor, baru memulai. Tapi belum melapor, kita juga tidak tahu ada resort di sana,” kata dia.

Ia menegaskan, secara aturan dalam suasana pandemi ini segala kegiatan pariwisata belum dibuka. Tahun lalu, kawasan di Pulau Sibigeu hanya ada pondok-pondok kecil. “Sekarang bangunan seperti apa belum tahu, belum sampai ke kita (laporan). Kan kalau di situ, hanya buat pondok kecil untuk menginap, kalau biasannya tamu menginap di kapal. Resort skala besar belum ada,” katanya.

 

Penyebab terjadinya penganiayaan tersebut, karena korban yang berinisial DCS (15) dituduh telah membunuh anjing milik tersangka. Padahal, informasi warga, anjing tersangka mati karena berkelahi dengan anjing lainnya.

Korban yang melihat anjing tersangka mati di pinggir pantai, kemudian memberitahu kabar tersebut. Namun, upaya korban memberitahu itu dibalas dengan tindakan kekerasan. “Anak ini memberitahu, tapi anak ini yang dituduh (membunuh). Anak ini kemudian dianiaya, dipukul beberapa kali. Akibatnya, korban mengalami luka pada bibir atas dan bawah,” kata Kapolsek Sikakap, AKP Tirto Edhi.

Baca Juga: WN Amerika Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur di Mentawai Gara-gara Anjing

Tirto tidak tahu persis jenis anjing yang dimiliki tersangka, hingga akhirnya marah sampai nekad melakukan tindakan penganiayaan. Namun anjing tersebut cukup besar dan biasa dipelihara di kediaman tersangka. “Yang jelas jenis anjing luar, ukuran cukup besar. Anjing ini berkelahi sama anjing kampung. Tapi kami penyidik hanya mengejar perbuatan pidana tersangka ini, tidak sampai cari tahu jenis anjingnya,” tuturnya. (Irwanda/SS)

LANGGAM.ID


BERITA TERKAIT