Ada Lonjakan Penerbangan dari Jakarta, Pemprov Sumbar Minta Bandara Internasional Minangkabau Ditutup
LANGGAM.ID | 24/03/2020 17:30
Ada Lonjakan Penerbangan dari Jakarta, Pemprov Sumbar Minta Bandara Internasional Minangkabau Ditutup
Bandara Internasional Minangkabau. antaranews.com

Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) akan menyurati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk meminta penutupan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman.

Permintaan penutupan bandara ini dilakukan menyetop jalan masuk bagi virus corona (covid-19) yang mungkin saja dibawa dari daerah luar oleh orang yang masuk ke Sumbar. Pengamanan di Sumbar perlu diperketat agar tetap aman dari wabah mematikan itu.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan surat permintaan penutupan itu akan segera diselesaikan dan dikirim ke Jakarta. Penutupan dilakukan agar tidak ada lagi eksodus masuk ke Sumbar dari Jakarta dan dari daerah lainnya.

“Sekarang masih ada eksodus dari mana-mana, kita bersama Gubernur sepakat dan kita buat surat ke Kemenhub kalau bisa penerbangan dihentikan dulu,” katanya di kantor Gubernur Sumbar, Selasa (24/3/2020).

Berdasarkan laporan, saat ini penerbangan ke Padang terus mengalami peningkatan terutama dari daerah Jakarta. Bahkan, penerbangan ke Padang ditambah karena banyak yang ingin pulang kampung.

Pihaknya juga sudah membuat surat dan mengimbau agar para perantau tidak pulang kampung terlebih dahulu sampai kondisi aman dari corona. Apalagi, Jakarta merupakan wilayah yang terdampak virus, tentu semua pihak tidak ingin virus masuk ke Sumbar yang masih tergolong aman.

“Jakarta sudah banyak kasusnya, kita tidak ingin masuk ke virus itu ke Sumbar, kita ingin menutup bandara sementara, mudah-mudahan dikabulkan oleh Kemenhub,” katanya.

Penutupan dilakukan pada semua daerah, terutama bagi mereka yang datang dari daerah terjangkit. Selain meminta menutup bandara, jalur masuk lewat jalan darat juga diperketat dengan melakukan pemeriksaan kondisi tubuh.

Dia mengingatkan agar semua pihak dapat belajar dari negara Italia. Saat itu pemerintah Italia meliburkan warganya lalu mereka pergi pulang kampung. Akibatnya, virus menyebar ke seluruh wilayah. Sumbar

“Jangan sampai kita menyesal, lihat Italia, diliburkan lalu pulang kampung sehingga ribuan orang sudah meninggal,” katanya. (Rahmadi/ICA)

LANGGAM.ID


BERITA TERKAIT