Cuaca Buruk, Kapal Cahaya Arafah Tenggelam di Perairan Halmahera Selatan
DARILAUT.ID | 20/07/2022 14:16
Cuaca Buruk, Kapal Cahaya Arafah Tenggelam di Perairan Halmahera Selatan
Basarnas dan tim gabungan melakukan pencarian tiga korban yang hilang akibat kecelakaan kapal karam di perairan laut Kota Padang Sumbar (Foto: Basarnas)

Darilaut – Kapal Motor (KM) Cahaya Arafah tenggelam di Tanjung Tokaka, perairan Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama beberapa instansi yang tergabung dalam tim SAR (Search and rescue) melakukan evakuasi dan upaya pencarian korban tenggelamnya kapal penumpang KM Cahaya Arafah di perairan Tanjung Tokaka.

Sebanyak 64 orang penumpang sudah ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan penumpang lainnya masih dalam proses pencarian hingga Selasa (19/7).

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Kelas II Ternate, Agustinus mengatakan KM Cahaya Arafah tenggelam karena cuaca buruk di perairan tersebut.

“KM Cahaya Arafah tenggelam akibat cuaca buruk di Tanjung Tokaka, perairan Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara,” ujarnya.

Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Bastiong Ternate pada Senin (18/7) pukul 08.30 WIT menuju ke Samo Halmahera Selatan. Kapal tiba di Samo pukul 16.45 WIT.

Lokasi kecelakaan saat pelayaran dari Samo ke Tokaka di perairan Tanjung Tokaka, Halmahera Selatan.

Cahaya Arafah membawa 66 penumpang dan 4 anak buah kapal (ABK) termasuk 5 unit sepeda motor.

Kondisi cuaca saat keberangkatan dari Ternate ke tempat tujuan sangat cerah dan tidak bergelombang.

“KSOP Kelas II Ternate menerima informasi dari masyarakat bahwa kapal KM Cahaya Arafah tenggelam pukul 18.12 WIT,” kata Agustinus.

Proses evakuasi dan upaya pencarian korban dilakukan bersama Basarnas Ternate, UPP Kelas II Babang, Polsek Saketa Halmahera, BPBD Halmahera Selatan serta masyarakat sekitarnya.

“Pada hari Selasa 19 Juli 2022 Kapal Patroli KNP 358 milik KSOP Kelas II Ternate diberangkatkan dari Ternate menuju lokasi kejadian untuk membantu melakukan upaya pencarian dan pertolonggan terhadap korban yang masih belum ditemukan,” ujarnya.

Kapal Cahaya Arafah berukuran 110 GT dengan kapasitas 120 orang penumpang.

Sebelumnya, KSOP telah mengeluarkan surat pemberitahuan surat bernomor: UM.003/II/14/KSOP.TTE-2022. Surat tersebut mengenai penundaan seluruh aktivitas pelayaran akibat cuaca buruk, terutama di perairan Ternate dan perairan lainnya di Maluku Utara dan seluruh aktivitas pelayaran pada 18 Juli 2022 pukul 17.00 WIT sampai dengan kondisi cuaca membaik berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Sultan Baabulah Ternate.

Penundaan berlayar karena kondisi cuaca buruk disertai angin kencang sehingga membahayakan keselamatan saat pelayaran.

 

**


BERITA TERKAIT